Breaking News:

Menteri PUPR Tinjau Rehabilitasi Irigasi Proyek Food Estate di Kalteng

Basuki meninjau rehabilitasi saluran irigasi yang menjadi tanggungjawab kementeriannya untuk menunjang proyek strategis nasional tersebut.

Tribunnews.com/ Reynas Abdila
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. 

 Laporan Wartawan Tribunnews. Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, PALANGKARAYA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan berskala luas atau Food Estate di Kalimantan Tengah, Jumat, (30/9/2020).

Basuki meninjau rehabilitasi saluran irigasi yang menjadi tanggungjawab kementeriannya untuk menunjang proyek strategis nasional tersebut.

Tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan, pada Jumat pagi, Basuki langsung bertolak ke Kalimantan Tengah melalui jalur darat. Butuh waktu tiga samapi empat jam dari bandara tersebut ke lokasi food estate Kabupaten Kapuas.

Baca juga: Kementerian PUPR Gandeng PWI Gelar Konsolidasi Regional

Pak Bas sapaan karibanya langsung meninjau saluran irigasi yang terdiri dari saluran primer, sekunder, dan tersier tersebut.

Ia memanggil konsultan dan pelaksana proyek rehabilitasi tersebut meminta penjelasan perkembangan rehabilitasi irigasi.

"Pokoknya jangan sampai airnya tidak mengalir, salah hitung sedikit air nya diam, tidak mengalir, ya jadi percuma," kata dia.

Usai mendengarkan penjelasan proges pembangunan irigasi, Basuki kemudian naik motor trail menuju lokasi irigasi lainnya yang masih satu kawasan. Basuki menyusuri saluran irigasi didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko.

Baca juga: Tekan Biaya Logistik, PUPR Mau Travel Time 1,5 Jam per 100 Kilometer

Usai meninaju lokasi irigasi, Basuki lalu melihat mes pekerja proyek tersebut. Ia ingin memastikan bahwa pengerjaan proyek berlangsung tepat dan efektif sehingga sesuai dengan target.

Basuki mengatakan pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Proyek food estate telah dimulai sejak akhir September lalu dengan leading sektor Kementerian Pertanian.

Pantuan Tribunnews, lebih dari lima alat berat tampak beroprasi mengeruk saluran irigasi baik disaluran primer atau utama maupun di saluran sekunder. Tampak pula pekerja proyek yang sedang memadatkan dinding dinding saluran irigasi.

Food Estate merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional 2020-2024. Terdapat dua pengambangan food estate di Kalimantan Tengah. Pertama yakani food estate untuk tanaman padi di Kabupaten Kapuas seluas 165 hektare di atas bekas lahan gambut. Kedua yakni food estate di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah yang pada tahun ini disiapkan 10ribu hekter.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved