Senin, 4 Mei 2026

Terkait Sikap Emmanuel Macron, Jokowi: Indonesia Juga Mengecam Keras Pernyataan Presiden Perancis

"Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa," ujar Jokowi.

Tayang:
Editor: Irsan Yamananda
Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataannya terkait pidato Presiden Prancis.jpg 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu terakhir, masyarakat dunia sedang ramai membahas kekerasan dan aksi teror yang terjadi di Perancis.

Sontak, hal tersebut memicu berbagai tanggapan dari figur publik.

Termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, Jokowi juga mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam tayangan konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Video tersebut diunggah pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020.

Baca juga: BUNTUT Presiden Perancis Hina Islam, Arie Untung Meradang, Buang Tas-tas Ratusan Juta Produk Prancis

Baca juga: TAK Peduli Harga, Arie Untung Singkirkan Tas Mewah Istri Berlabel Merk Perancis: Gak Layak di Lemari

Baca juga: Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab lantaran Hina Muslim: Tolak Penghinaan ke Nabi Islam

Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020).
Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020). (AFP/Ludovic MARIN/POOL)

"Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa," ujar Jokowi.

"Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," tuturnya.

Jokowi mengatakan, pernyataan Macron dapat memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia.

Apalagi saat ini dunia sedang membutuhkan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

HALAMAN SELANJUTNYA ===========>

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved