Breaking News:

Komnas HAM: Upaya Pengaburan Fakta Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani dari Bekas Peluru di Lokasi

Selain itu, kata Anam, di TKP juga ditemukan bekas-bekas tembakan di dinding gubuk tempat korban ditemukan dan proyektil peluru.

Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Choirul Anam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM RI menduga ada upaya pengaburan fakta tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di kandang babinya di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu berdasarkan banyaknya bekas peluru di sekitar TKP.

Komisioner Komnas HAM yang memimpin investigasi terkait kasus tersebut Choirul Anam mengatakan dari hasil olah TKP, Komnas HAM menemukan setidaknya terdapat 19 titik lubang dari 14 titik tembak pada bagian luar dan dalam kandang babi, maupun pada atap kandang dan luka pada pohon akibat tembakan.

Sementara, kata Anam, berdasarkan penghitungan jarak tembak dengan posisi lubang peluru, diperkirakan jarak tembak berkisar 9 sampai 10 meter yang berasal dari luar kandang dan diarahkan ke TKP maupun sekitar TKP.

Berdasarkan arah dan sudutnya, kata Anam, tampak tidak beraturan atau acak.

Selain itu, kata Anam, di TKP juga ditemukan bekas-bekas tembakan di dinding gubuk tempat korban ditemukan dan proyektil peluru.

Timnya juga menemukan terdapat bekas congkelan proyektil peluru pada balok yang proyektilnya hingga kini belum ditemukan.

Berdasarkan laporan tim investigasi Komnas HAM, Polri haanya memberikan penjelasan menemukan proyektil peluru di sekitar tungku.

Dua anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang tertembak di Intan Jaya saat melakukan investigasi terkait penembakan pendeta Yeremias Zanambani, Sabtu (10/10/2020) dievakuasi ke Jakarta.
Dua anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang tertembak di Intan Jaya saat melakukan investigasi terkait penembakan pendeta Yeremias Zanambani, Sabtu (10/10/2020) dievakuasi ke Jakarta. (Koresponden Tribun Network di Papua, Banjir Ambarita)

"Komnas HAM menduga kuat adanya unsur kesengajaan dalam membuat arah tembakan yang acak atau tidak beraturan dan tidak mengarah pada sasaran, tetapi untuk mengaburkan fakta peristiwa penembakan yang sebenarnya," kata Anam dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (2/11/2020).

Selain itu, kata Anam, Komnas HAM menemukan sejumlah tanda kekerasan yang mengarah ke dugaan penyiksaan di tubuh Pendeta Yeremia.

Pada tubuh Pendeta Yeremia, kata Anam, ditemukan luka tembak pada lengan kiri bagian dalam korban dengan diameter luka sekitar 5 sampai 7 cm dan panjang sekitar 10 cm yang diduga dilepaskan dalam jarak kurang dari satu meter dari senjata api.

Baca juga: Pendeta Yeremia Zanambani Ungkap Oknum Aparat yang Terlibat Kepada 2 Saksi Sebelum Tewas

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved