Breaking News:

Virus Corona

Survei Indo Barometer: 50,6 Persen Publik Puas Kerja Jokowi Tangani Pandemi Covid-19

lima alasan utama publik puas dengan penanganan wabah virus Covid-19 oleh pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Twitter Sekretariat Kabinet @Setkabgoid
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin gelar rapat terbatas di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (30/10/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei terkait 'Kinerja 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin dan Covid-19 di Indonesia'.

Survei yang dilakukan Indo Barometer secara nasional pada 10 – 17 Oktober 2020 ini menunjukkan bahwa sebesar 50,6 persen publik merasakan puas dengan penanganan masalah wabah virus Corona/Covid-19 oleh pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

"Dan yang merasa tidak puas 47,5 persen. Tidak tahu/jawab 1,9 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam rilis yang diterima Tribunnews, Rabu (4/11/2020).

Ada pun, lima alasan utama publik puas dengan penanganan wabah virus Covid-19 oleh pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Yakni, penanganan cepat tanggap (21,3 persen), ada sosialisasi himbauan pencegahan 3M (16,5 persen), penanganan PSBB sudah cukup baik (14,5 persen), ada beragam bantuan sosial dari pusat (12 persen), dan mulai banyak yang sembuh (9,6 persen).

Meski demikian, ada juga publik yang merasa tidak puad atas kinerja pemerintah pusat menangani pandemi virus Corona ini.

Baca juga: Survei Indo Barometer: Nadiem Makarim Hingga Mahfud MD Menteri dengan Kinerja Paling Bagus

"Lima alasan utama publik tidak puas dengan penanganan wabah virus Covid-19 oleh
pemerintahan Joko Widodo –Ma’ruf Amin adalah: penanganan secara umum lambat (22,5 persen),
data penerima bantuan tidak akurat (14,6 persen), pasien terinfeksi semakin banyak (14 persen),
kebijakan Jokowi tidak konsisten (12,6 persen), dan lambat dalam mendistribusikan bantuan social
(8,8 persen)," jelas Qodari.

Sebagai informasi, Survei Indo Barometer secara nasional dilaksanakan pada 10-17 Oktober 2020.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error sebesar kurang lebih 2.83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved