Breaking News:

1 Tahun Pemerintahan Jokowi

Survei Indo Barometer: 64,6 Persen Masyarakat Puas Kinerja Jokowi, 40,8 Persen untuk Ma'ruf Amin

64,6 persen publik merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sementara, publik yang merasa tidak puas mencapai 33,1 persen.

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Jokowi saat sampaikan janji-janjinya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei nasional terkait Kinerja 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin dan Covid-19 di Indonesia'.

Survei yang dilakukan Indo Barometer secara nasional pada 10 – 17 Oktober 2020 ini menunjukkan bahwa 64,6 persen publik merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara, publik yang merasa tidak puas dengan kinerja setahun Presiden Jokowi mencapai 33,1 persen. Dan 2,3 persen publik tak mau menjawab dan tak tahu.

"Jika dibandingkan dengan survei September 2015, 1 tahun awal periode, ini merupakan peningkatan di mana kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo sebesar (46.0 persen). Yang tidak puas (51,1 persen). Tidak tahu/tidak jawab (3.0 persen)," tulis Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari melalui keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu (4/11/2020) malam.

Lalu, responden yang menyatakan puas dan sangat puas memiliki beragam alasan.

Beberapa di antaranya yang paling banyak responden menilai Jokowi telah bekerja secara nyata, merakyat dan banyak pembangunan infrastruktur.

"Lima alasan publik puas dengan kinerja Presiden Jokowi adalah: mempunyai hasil kerja nyata (27,1 persen), Jokowi orangnya merakyat (20,1 persen), banyaknya pembangunan infrastruktur (19 persen), Jokowi orangnya baik dan sederhana (7,1 persen), dan pembangunan desa sampai wilayah tertinggal (5,9 persen)," tambahnya.

Baca juga: Kontras: Tak Ada Harapan Bicara HAM di Pemerintahan Jokowi

Sementara, masyarakat yang mengaku tidak puas menilai kebijakannya menguntungkan pihak tertentu, persepsi banyak pekerja asing, perekonomian Indonesia menurun dan terbatasnya lapangan kerja.

"Lima alasan publik tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi adalah: kebijakannya menguntungkan pihak tertentu (16,4 persen), banyak pekerja asing (13,4 persen), perekonomian Indonesia menurun (13,1 persen), lapangan pekerjaan terbatas (11,6 persen), dan kesejahteraan masyarakat menurun (7,6 persen)," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved