Breaking News:

KPK Inggris Selidiki Kasus Suap dan Korupsi Pembelian Pesawat Bombardier Oleh Garuda Indonesia

SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc atas dugaan suap dan korupsi terkait kontrak dan/atau pesanan dari Garuda Indonesia

zoom-inlihat foto KPK Inggris Selidiki Kasus Suap dan Korupsi Pembelian Pesawat Bombardier Oleh Garuda Indonesia
DOK/ Garuda Indonesia
Garuda Indonesia (GIA) hari ini, Jumat (12/10/2012) melakukan Inaugural Flight pesawat terbarunya Bombardier CRJ1000 NextGen dengan mengarungi rute Jakarta Makassar (pulang pergi).

TRIBUNNEWS.COM, LONDON — Lembaga Pemberantasan Korupsi Kerajaan Inggris (SFO) mengumumkan sedang menyelidiki  produsen pesawat  dari Kanada, Bombardier atas dugaan suap dalam penjualan pesawat ke Garuda Indonesia.

"SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc atas dugaan suap dan korupsi terkait kontrak dan/atau pesanan dari Garuda Indonesia," kata SFO dalam pernyataannya, pada Kamis (5/11/2020) seperti dilansir The World News, Jumat (6/11/2020).

"Karena ini adalah penyelidikan langsung, SFO tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut," demikian pernyataan SFO.

Di Montreal, Bombardier mengatakan telah diberitahu tentang penyelidikan SFO beberapa minggu yang lalu dan akan bekerja sama.

Mereka juga telah menunjuk pengacara eksternal untuk menjalankan untuk itu.

Di pusat kasus ini, kata Bombardier, ada lima proses pengadaan yang melibatkan produsen yang berbeda, termasuk pesanan pesawat jet regional Bombardier CRJ1000 oleh Garuda.

Baca juga: KPK-nya Inggris Selidiki Dugaan Suap Pesawat Bombardier, Begini Tanggapan Garuda

Bombardier, mengatakan SFO sedang menyelidiki transaksi yang sama yang menyebabkan Emirsyah Satar.

Emirsyah sendiri pada Mei 2020 dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda 1,4 juta dolar AS atas tuduhan suap dan pencucian uang atas pembelian pesawat dari Airbus dan mesin dari Rolls-Royce.

Perusahaan ini menjual enam jet regional CRJ1000 ke Garuda pada tahun 2012 dan secara bersamaan sepakat dengan opsi menerima pengiriman 12 jet tambahan.

 Garuda sekarang memiliki 18 jet regional Bombardier CRJ1000 sebagai armadanya.

Pengadilan Indonesia pada Mei lalu telah menjatuhi hukuman delapan tahun penjara terahadap Emirsyah Satar karena kasus penyuapan dan pencucian uang terkait pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce.(The World News/Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved