Breaking News:

Partai Masyumi Reborn Dinilai Perlu Tokoh Besar untuk Menjadi Magnet Pemilih

Karyono Wibowo mengatakan bahwa para pendiri Masyumi sekarang (reborn) harus bisa mengemas ulang Partai Masyumi. 

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Partai Masyumi kembali aktif pascadideklarasikan di aula Masjid Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020), acara deklarasi disiarkan secara virtual di aplikasi Zoom. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Sejumlah tokoh mendirikan kembali Partai Masyumi. Partai tersebut merupakan partai lama yang sempat dibubarkan oleh Presiden Soekarno.

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan bahwa para pendiri Masyumi sekarang (reborn) harus bisa mengemas ulang Partai Masyumi

Pengemasan ulang partai disesuai dengan keadaan sekarang. 

"Perlu dikemas ulang, disesuaikan dengan dinamika politik yang terjadi sekrang ini," kata dia kepada Tribunnews.com, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Partai Masyumi Reborn Dideklarasikan, PBB : Mereka Itu Berseberangan Sama Yusril Ihza Mahendra

Menurut dia kejayaan Masyumi pada masa lalu, belum tentu bisa dibawa pada masa sekarang ini.

Oleh karena itu perlu adanya rebranding partai.

"Membawa brand Masyumi dengan harapan mendapatkan dukungan para simpatisan Masyumi khsususnya umat Islam, tapi masa kejayaan masa lalu belum tentu terjadi sekarang karena situasinya berbeda," kata dia.

Perjuangan partai Masyumi menurut Karyono cukup berat untuk dapat lolos ke Parlemen. 

Apabila menyasar pemilih muslim, Partai Masyumi harus bersaing dengan partai-partai yang sudah lebih dulu hadir. Mulai dari PKB, PKS, PAN, dan lainnya.

"Partai Masyumi akan memperbutkan ceruk pasar yang sama dengan partai-partai yang sudah established, jadi sangat berat," kata dia.

Belum lagi kata Karyono, peta pemilih sejak 1955 sampai 2019, mayoritas pemilih partai partai nasionalis merupakan pemilih muslim, karena inheren dengan mayoritas warga Indonesia yang beragama Islam.

Mulai dari PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan lainnya yang mayoritas pemilihnya adalah pemilih muslim.

"jadi partai Masyumi harus bekerja keras, belum lagi apabila PT (parlementary treshold) nya dinaikan jadi 4 persen, akan sangat berat," kata dia
.
Karyono mengatakan agar dapat bertahan dan bersaing dengan partai-partai politik lainnya, Partai Masyumi harus memiliki tokoh yang dapat menjadi magnet pemilih.

Tokoh tokoh yang ada sekarang menurut dia, belum bisa menjadi magnet pemilih

"Kuncinya partai Masyumi harus memiliki tokoh yang bisa menjadi magnet pemilih, sehingga partai ini tidak hanya menjadi partai pelengkap penderita saja," pungkasnya.  

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved