Breaking News:

Presiden Jokowi : ASEAN Harus Tumbuh Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Digital

Sambutan di ASEAN Business and Investment Summit 2020, Presiden Jokowi tekankan ada peluang di tengah kesulitan pandemi, ada potensi ekonomi digital.

Penulis: Yulis
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo mengikuti dan menyampaikan pidato pada KTT ke-23 ASEAN-Jepang secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengajak Jepang untuk bekerja bersama-sama negara kawasan ASEAN untuk memulihkan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19, mengingat potensi besar yang dimiliki kedua pihak. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak hebat bagi perekonomian dunia, d mana semua negara tanpa terkecuali menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif.

Di ASEAN, lebih dari 30 juta masyarakatnya terancam kehilangan pekerjaan.

Namun, Presiden Joko Widodo dalam sambutan pengantarnya pada forum diskusi yang membahas teknologi dan masa depan pekerjaan di ASEAN yang merupakan bagian dari ASEAN Business and Investment Summit 2020 mengatakan bahwa kita semua harus tetap percaya bahwa masih ada peluang di tengah kesulitan yang saat ini dihadapi.

"Kita harus tetap optimistis. Walaupun banyak masalah tetapi ada kesempatan besar. Di tengah pandemi ini justru kita melihat percepatan perkembangan digitalisasi," ujarnya melalui tayangan video yang juga diunggah oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 14 November 2020.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong ASEAN Jadi Pemain Ekonomi Berbasis Digital

Baik kawasan ASEAN maupun Indonesia memiliki potensi digital yang sangat besar.

Pada tahun 2025 mendatang, ekonomi digital ASEAN diproyeksikan berada pada kisaran 200 miliar dolar Amerika, sementara untuk kurun waktu yang sama di Indonesia, diperkirakan mencapai 133 miliar dolar Amerika.

"Namun, tantangan transformasi digital masih sangat banyak. Pertama, banyak jenis usaha dan pekerjaan lama yang tutup. Sekitar 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi," kata Presiden.

Selain itu, kesenjangan digital di negara ASEAN juga dipandang masih sangat besar.

Penetrasi internet sebagai infrastruktur utama ekonomi digital belum merata di seluruh negara ASEAN.

Presiden mengungkap, dari 10 negara ASEAN, hanya tiga negara yang memiliki tingkat penetrasi internet di atas 80 persen.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved