Breaking News:

Menjawab Tantangan Industri 4.0, Muncul Istilah Society 5.0, Apa Itu ?

Revolusi Industri 4.0 yang menunjukkan era teknologi digital sudah tak asing lagi di telinga.

Istimewa
Society 5.0 adalah revolusi industri yang dirumuskan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada bulan Maret 2017 di pameran CeBIT, Hannover, Jerman, untuk menangani segala permasalahan yang terjadi di Jepang terkait revolusi 4.0. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Wilem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revolusi Industri 4.0 yang menunjukkan era teknologi digital sudah tak asing lagi di telinga.

Seperti dilaporkan kompas.com, industri 4.0 melibatkan perubahan sistemik di banyak sektor dan aspek kehidupan manusia.

Dampak lintas dari sektor teknologi yang muncul lebih penting daripada kemampuan yang mereka wakili.

Dikutip dari Forbes, industri 4.0 ini mengoptimalkan komputerisasi industri 3.0.

Ketika komputer diperkenalkan di industri 3.0, maka itu mengganggu penambahan teknologi yang sama baru.

Sekarang dan ke masa depan ketika industri 4.0 dibuka, maka komputer terhubung dan berkomunikasi satu sama yang lain.

Kombinasi dari sistem fisik-cyber, internet of things (IoT) dan internet of system membuat industri 4.0 menjadi mungkin dan membuat pabri pintar menjadi kenyataan.

Baca juga: Perguruan Tinggi Dituntut Bisa Memenuhi Kebutuhan SDM Berkompetensi Industri 4.0.

Belum lama larut dalam euforia industri 4.0, kita sudah mendengar istilah Society 5.0.

Apa itu? Society 5.0 adalah revolusi industri yang dirumuskan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada bulan Maret 2017 di pameran CeBIT, Hannover, Jerman (sumber: Cao.go.jp).

Halaman
1234
Penulis: Willem Jonata
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved