Breaking News:

Mahfud MD: Buku Indeks Demokrasi Indonesia Bisa Jadi Acuan Pemerintah Pusat dan Daerah

Namun demikian ia menjelaskan berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019 Indonesia masih

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam webinar evaluasi 15 tahun pelaksanaan Pilkada: Capaian dan Tanggapan yang disiarakan kanal YouTube CSIS Indonesia, Rabu (14/10/2020). / capture video 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menilai buku Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dikeluarkan oleh Kemenko Polhukam bekerjasama dengan Kemendagri, Bappenas dan BPS.

Namun demikian ia menjelaskan berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019 Indonesia masih berada pada fase demokrasi prosedural, belum memasuki fase demokrasi substansial.

Untuk menuju demokrasi sunstansial, kata Mahfud, diperlukan proses yang panjang dengan didukung oleh semua aspek yang menyangkut kesiapan struktur, substansi, dan kultur demokrasi yang matang dan berkualitas.

Baca juga: Politikus Muda Tsamara Amany Alatas: Politik Identitas Laku Juga di AS

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam acara peluncuran IDI 2019 di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Selasa (24/11/2020).

“Pemerintah menerbitkan Buku IDI 2019 guna memberikan penjelasan yang komprehensif atas potret demokrasi yang dihasilkan melalui pengukuran IDI selama Tahun 2019. Hasil IDI 2019 ini dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan di bidang politik,” kata Mahfud dalam keterangan Tim Humas Kemenko Polhukam RI pada Selasa (24/11/2020).

Buku IDI tersebut diinisiasi pertamakali oleh Bappenas pada tahun 2008 untuk membantu perencanaan pembangunan politik.

Secara spesifik, aspek-aspek demokrasi yang diukur dalam IDI adalah kebebasan sipil dengan empat variabel dan 10 indikator, hak-hak politik dengan dua variabel dan tujuh indikator, serta lembaga demokrasi dengan lima variabel dan 11 indikator.

Baca juga: Seperti Isu PKI, Isu Sayap Kiri Juga Laris Jadi Komoditas Politik di Amerika Serikat

Hasil IDI disampaikan dalam bentuk angka dari 0 yang paling rendah sampai dengan 100 yang paling tinggi.

Angka tersebut dibagi dalam kategori kualitas capaian kurang dari 60 bernilai Buruk, 60 sampai 80 Sedang, dan 80 Baik.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved