Breaking News:

Apakah UU Cipta Kerja Mampu Serap Tenaga Kerja? Ini Jawaban Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti

Indonesia harus mencari jalan keluar, agar defisit neraca APBN tidak harus ditutupi dengan terus menerus menambah hutang negara.

TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti berbincang dengan redaksi Tribun Network di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Undang-undang Cipta Kerja yang telah diteken Presiden Jokowi awal November lalu, memicu pro dan kontra.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti pun angkat suara terkait hal tersebut. Pandangan La Nyalla diungkapkannya saat wawancara khusus dengan kru Tribun Network, Senin (30/11/2020).

Bagaimana Pak La Nyalla menyikapi penolakan terhadap UU Cipta Kerja, dan meyakinkan masyarakat bahwa UU Cipta Kerja ini merupakan langkah percepatan pembangunan ekonomi?

Kemarin dalam kunjungan kerja ke beberapa provinsi di Sulawesi, saya sampaikan di beberapa Kampus, melalui forum FGD.

Baca juga: Ketua DPD RI Ungkap Peran Para Senator Awasi Penerapan Protokol Kesehatan di Berbagai Daerah

Saya katakan, secara obyektif, ada kepentingan pemerintah untuk mengejar ketertingalan dari bangsa-bangsa maju di dunia. Apalagi di era persaingan bebas, yang global dan border-less ini. Indonesia ingin keluar dari status negara yang terjebak dalam negara berpenghasilan menengah.

Indonesia harus mencari jalan keluar, agar defisit neraca APBN tidak harus ditutupi dengan terus menerus menambah hutang negara.

Karena negara ini tidak akan pernah bisa membebaskan biaya Pendidikan, jika berada dalam kondisi defisit neraca. Negara juga tidak akan bisa membebaskan biaya pengobatan, jika berada dalam kondisi defisit neraca.

Dan yang paling penting, jika kita terus menerus dalam kondisi seperti ini, defisit neraca APBN, maka kita tidak akan bisa mencapai apa yang menjadi tujuan negara ini berdiri, seperti yang dicita-citakan founding fathers yang tertulis di alinea keempat Pembukaan UUD kita.

Baca juga: La Nyalla Sebut Kemudahan Berusaha Jadi Kunci Mendongkrak Ekonomi Daerah

Karena itu, semangat Undang-Undang Cipta Kerja ini adalah untuk mendorong pertumbuhan kinerja industri dalam negeri di semua sektor. Terutama pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah.

Nah, sekarang tinggal kita uji. Apakah UU Cipta Kerja ini implikasinya akan mampu membuat percepatan pembangunan? Apakah mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian? Apakah mampu meningkatkan penyerapan lapangan kerja? Dan apakah mampu meningkatkan kemakmuran rakyat? Beri waktu dong. Kalau belum diberi waktu untuk jalan, kapan kita menguji di lapangan? Saya sampaikan seperti itu.

Baca juga: La Nyalla: DPD RI Emban Tanggung Jawab Demi Terjaminnya Penguatan Otonomi Daerah

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved