Breaking News:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Akan Batasi Operasional Mobil Barang Mulai 23 Desember

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membatasi operasional mobil barang, pada masa periode libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

IST
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membatasi operasional mobil barang, pada masa periode libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyebutkan mengatakan, pihaknya memprediksi puncak arus mudik Nataru 2020/202 terjadi pada 23-24 Desember 2020 dan arus balik terjadi pada 27 Desember 2020 dan 3 Januari 2021.

"Maka dari itu, kami akan melakukan pembatasan operasional mobil barang pada periode libur Nataru 2020/2021 ini," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Kemenhub Uji Petik Kapal Penumpang di Batam Jelang Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021

Ia menyebutkan, pembatasan kali ini berbeda pada saat hari raya lebaran lalu. Karena pembatasan ini hanya untuk mobil barang yang menuju dan keluar tol Jabodetabek saja.

"Untuk pembatasan mobil barang pada arus mudik nanti, akan dilakukan pada 23 Desember 2020 pukul 00.00 WIB hingga 24 Desember 2020 pukul 24.00 WIB," ucap Budi.

Kemudian lanjut Budi Setiyadi, untuk pembatasan mobil barang pada arus mudik kedua akan dilakukan pada 30 Desember 2020 00.00 WIB hingga 31 Desember 2020 pukul 24.00  WIB.

"Sementara itu, pembatasan mobil barang pada arus balik untuk yang masuk ke arah Jabodetabek akan dilakukan pada 27 Desember 2020 pukul 00.00 sampai 28 Desember 2020 pukul 24.00 WIB," ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menyebutkan, untuk arus balik kedua akan dilakukan pada 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB hingga 4 Januari 2021 pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Ini Langkah Angkasa Pura II Mengantisipasi Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru

"Pembatasan ini akan dilakukan pada jalan Tol Jakarta-Cikampek-Palimanan. pada Gate Palimanan empat itu adalah titik penyekatan terakhir," ucap Budi.

Tetapi Budi mengungkapkan, situasi ini merupakan situasional tergantung seperti apa situasi dilapangan pada saat periode libur Nataru 2020/2021.

"Pembatasan operasional ini meliputi, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil dengan kereta tempelan, mobil dengan kereta gandengan dan juga mobil yang mengangkut seperti tanah, pasir, batu, bahan tambah serta bahan bangunan," kata Budi Setiyadi.

Sementara itu lanjut Budi, untuk mobil barang yang dikecualikan pada pembatasan ini yaitu yang mengangkut beras, tepung terigu, pupuk, air minum, kebutuhan ekspor impor dan barang pokok lainnya.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved