Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Partai Demokrat Berlapang Dada Jagonya Kalah di Pilkada Tangsel dan Medan

Partai Demokrat tidak mempersoalkan kekalahan pada Pilkada serentak 2020 di Tangerang Selatan, Medan, dan Sumatera Barat. 

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Suasana TPS 49 dengan tema Rindu Sekolah melaksanakan pemungutan suara di Perumahan Cendana, Pemulang, Tanggerang Selatan, Rabu (9/12/2020). Dengan mengunakan pakaian sekolah SD hingga SMA menjadi hiburan yang mengikuti penjoblosan pemilihan Walikota Tangsel. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat tidak mempersoalkan kekalahan pada Pilkada serentak 2020 di Tangerang Selatan, Medan, dan Sumatera Barat. 

Sekretaris Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, hasil hitung cepat dari berbagai lembaga merupakan cerminan yang paling memadai, dan mendekati kenyataan. 

"Tentunya dapat menerima hasil hitung cepat yang ada, termasuk Pilkada Tangsel, Kota Medan dan Pilgub Sumbar. Kami bisa menerima dan berlapang dada," papar Kamhar saat dihubungi, Jakarta, Kamis (10/11/2020).

Baca juga: Hasil Real Count KPU Pilkada Tangsel 2020 Kamis Pagi: Benyamin-Pilar Saga Unggul 41,1%

Menurutnya, kontestasi politik memang memiliki dinamika dan volatilitas yang tinggi, di mana ada daerah yang diperkirakan menang, ternyata belum sesuai harapan hasilnya. 

Baca juga: Azizah Putri Wapres Maruf Amin Ucapkan Selamat kepada Rivalnya di Pilkada Tangsel

"Ada daerah yang tidak terlalu diunggulkan, ternyata hasilnya menggembirakan, dan ada yang memang hasilnya sejak awal sesuai harapan," papar Kamhar. 

"Konsekuensi dari sebuah kontestasi tentunya ada yang menang dan ada yang kalah."

"Mengutip pernyataan Mas Ketum AHY, sometimes we win, some times we learn. Menang tidak terbang, kalah tidak patah," sambungnya. 

Kamhar menyakini Siti Nur Azizah yang bertarung di Pilwakot Tangerang Selatan serta Ahyar Nasution di Kota Medan dan Mulyadi di Sumatera Barat, dapat berlapang dada jika nyatanya nanti belum dapat meraih kemenangan. 

"Mereka adalah politisi-politisi yang berjiwa kesatria, yang akan berjiwa besar dan berlapang dada, serta menjadikan ini sebagai pembelajara," tutur Kamhar. 

Diketahui, berdasarkan hitung cepat dari berbagai lembaga, Azizah berpasangan dengan Ruhamaben memperoleh sekitar 23,58 persen. 

Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya mendulang sekitar 45,88 persen. 

Kemudian, Mulyadi-Ali Mukhni memperolehan suara sekitar 26,55 persen.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved