Breaking News:

Kapolda Metro Jaya Bandingkan Kasus Kerumunan dengan Perampokan: Ujungnya Korban Sama-sama Mati

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran: perampokan kita sebut raja tega, mati karena kerumunan bias saja

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran 

TRIBUNNEWS.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyoroti kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Fadil membandingkan respon masyarakat terhadap kerumunan sosial dan kasus perampokan.

Padahal, menurut Fadil, keduanya memiliki dampak yang sama, yaitu kematian.

“Saya memberi contoh sederhana. Ada satu perampokan disertai pemerkosaan sehingga menyebabkan terbunuhnya satu keluarga. Respons sosial Anda, reaksi Anda terhadap kasus ini pasti kan luar biasa. (Reaksinya) kasihan melihat berdarah-darah, sadis, pasti pemberitaannya bisa berseri-seri itu di media. (Pembunuhnya disebut) raja tega,” ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/12/2020), dikutip Kompas.com.

Namun, respon masyarakat menjadi berbeda melihat kasus Covid-19.

Padahal, kerumunan massa juga bisa memicu korban jiwa.

"Sama dengan kerumunan. Ujungnya sama-sama mati," kata Fadil.

ILUSTRASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). Irjen Fadil mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menurungkan baliho Habib Rizieq.
ILUSTRASI - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). Irjen Fadil mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menurungkan baliho Habib Rizieq. (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Halaman selengkapnya >>>

Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved