Kasus Djoko Tjandra

Curhat Djoko Tjandra: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula, Ini Menjadi Titik Nadir Penderitaan Saya'

Djoko Tjandra mengibaratkan sebagai orang yang telah jatuh dan tertimpa tangga atau mendapatkan kesusahan secara beruntun.

Editor: Dewi Agustina
WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Terdakwa Djoko Tjandra berbincang dengan kuasa hukumnya Krisna Murti (kanan) saat akan menjalani sidang Pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Junat (11/12/2020). Djoko Tjandra didampingi kuasa hukumnya melakukan nota keberatan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menjerat 2 tahun penjara. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan alias Djoko Tjandra merasa kasus pemalsuan sejumlah surat yang menjeratnya merupakan titik nadir penderitaan.

Djoko Tjandra hadir saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang kasus pemalsuan sejumlah surat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020).

Ia mengenakan batik hijau muda dengan mengenakan masker duduk di kursi pesakitan.

Dalam pembelaannya, Djoko Tjandra merasa menjadi korban atas ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Bahkan, ia mengibaratkan sebagai orang yang telah jatuh dan tertimpa tangga atau mendapatkan kesusahan secara beruntun.

"Sejujurnya, saya harus mengakui bahwa dengan perkara ini saya merasa seperti orang yang sudah jatuh dan ditimpa tangga pula. Ini menjadi titik nadir penderitaan saya sebagai warga negara Indonesia," ujar Djoko Tjandra dalam pleidoinya.

Djoko Tjandra memohon kepada Majelis Hakim untuk membebaskannya dari segala tuntutan. Sebab, ia beralasan masih memiliki tanggungan atas kelangsungan hidup keluarga.

"Di titik nadir penderitaan saya ini, saya tetap menaruh harapan kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili saya dalam perkara ini. Saya percaya Dewi Keadilan itu tidak mati," tutur Djoko Tjandra.

Proses hukum yang menjeratnya saat ini, kata Djoko Tjandra, menjadi penghambatnya untuk menghabiskan waktu bersama anak cucu di rumah.

"Ketidakadilan dalam permasalahan hukum ini sangat membebani saya dan keluarga secara psikologis," sambungnya.

Baca juga: Jaksa Akan Ajukan Replik Pledoi Djoko Tjandra dalam Kasus Surat Jalan Palsu

Djoko Tjandra mengaku bukan pelaku tindak pidana sebagaimana dalam surat dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ia membantah membuat surat palsu, atau memalsukan surat sebagaimana surat tuntutan penuntut umum.

"Dan saya bukanlah pelaku tindak pidana pemakai surat palsu atau surat yang dipalsukan sebagaimana dakwaan penuntut umum sehingga harus dibebaskan," imbuh Djoko Tjandra.

Pulang, Ajukan Peninjauan Kembali

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved