Breaking News:

KSPSI Lanjutkan Penyaluran Bantuan kepada Buruh yang Terdampak PHK akibat Covid-19

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 10 bulan membuat banyak pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja.

KOMPAS.com/Indra Akuntono
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Pahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 10 bulan membuat banyak pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja.

Untuk membantu buruh yang terdampak, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bekerja sama dengan Indika Foundation melanjutkan kembali penyaluran bantuan ribuan pack beras kualitas premium ukuran 5 kilogram kepada buruh-buruh yang terkena dampak PHK akibat pandemi Covid-19.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, rangkaian kegiatan penyaluran ribuan pack beras berkualitas premium ini diperuntukan bagi buruh dan juga masyarakat yang kesulitan ekonomi di Bekasi, Karawang, Jakarta, Bandung, Subang, Sumedang, Purwakarta dan juga kota-kota kawasan industri lainnya.

Baca juga: Pekerja dan Buruh yang Masuk Kerja saat Pilkada Serentak 9 Desember 2020 Berhak Dapat Upah Lembur

Selain itu, kata Andi Gani, program tersebut merupakan upaya KSPSI sebagai konfederasi buruh terbesar di Indonesia untuk membantu kesulitan anggotanya yang kena PHK.

Andi Gani hari ini secara langsung menyerahkan bantuan tersebut di kawasan Pulogadung dan Condet, Jakarta Timur.

"Di beberapa kota, KSPSI juga menyerahkan bantuan ke buruh yang bukan anggota KSPSI. Ini merupakan bentuk solidaritas organisasi buruh tanpa melihat latar belakang organisasinya," ujar Andi Gani di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Terbitkan Aturan Libur Pilkada Bagi Pekerja dan Buruh

Andi Gani mengungkapkan, total ada 10 ribu pack beras berkualitas premium dengan ukuran 5 kilogram disiapkan KSPSI/.

Andi Gani yang juga pimpinan Konfederasi buruh ASEAN berharap langkah KSPSI bisa mengurangi beban kesulitan ekonomi buruh akibat pandemi Covid-19.

"Kami juga sedang menyiapkan program pelatihan usaha mandiri untuk buruh yang di PHK dan masyarakat.Program usaha mandiri seperti pelatihan menjahit, sablon dan juga pelatihan komputer gratis," jelasnya.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved