Breaking News:

Virus Corona

Tanggapan AMPHURI Setelah Pemerintah Saudi Resmi Hentikan Penerbangan Internasional

Arab Saudi melalui otoritas penerbangan sipil (GACA) menutup kembali penerbangan komersial internasional selama sepekan ke depan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah calon jamaah umrah menunggu keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020). Setelah tujuh bulan menangguhkan umrah, Kerajaan Arab Saudi resmi membuka umrah tahap pertama untuk Indonesia dengan kuota 278 jamaah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Saudi hari Minggu (20/12/2020) malam kembali menutup penerbangan komersial internasional selama sepekan ke depan lantaran diduga terkait munculnya varian baru virus corona, berlaku mulai Senin pukul 00.00 waktu Arab Saudi.

Dalam keterangan pers tertulisnya, Ketua Umum DPP AMPHURI) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) Firman M Nur menyatakan mengapresiasi dan menghormati atas keputusan Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas penerbangan sipil (GACA) menutup kembali penerbangan komersial internasional selama sepekan ke depan, menyusul dugaan munculnya varian baru virus corona.

Pihaknya tidak memungkiri bahwa per hari ini ada sekitar puluhan calon jamaah umrah gagal diberangkatkan ke Tanah Suci.

Baca juga: Penutupan Akses ke Arab Saudi Cuma Sepekan, Bisnis Umrah Tetap Jalan

“Ada sekitar 22 calon jamaah dari anggota AMPHURI yang mustinya terbang dengan Garuda tertunda keberangkatannya akibat adaanya penutupan penerbangan oleh Saudi,” ujarnya.

Baca juga: Pengalaman Jemaah Jalankan Umrah Saat Pandemi, Ibadah Hanya 3 Jam, Lebih Banyak di Hotel

Firman menyatakan, sejauh ini pihaknya tengah terus berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PPIU untuk kembali bisa melayani perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci setelah vakum delapan bulan.

“Pada dasarnya, kami terus melakukan upaya mengembalikan trust masyarakat terhadap travel umrah untuk bisa melayani kembali perjalanan umrah yang telah dilengkapi protokol kesehatan pencegahan Covid-19," kata dia.

Konsul Jenderal KJRI Jeddah Eko Hartono dalam keterangan resminya yang diterima AMPHURI menyatakan, penangguhan penerbangan yang dilakukan Saudi ini bisa diperpanjang kembali jika terjadi kasus-kasus baru.

Namun aturan ini tidak berlaku bagi penerbangan keluar Saudi yang sudah terjadwal sebelumnya.

Karena itu, setidaknya saat ini ada sekitar 400 orang jamaah yang tengah berada di Saudi untuk menunaikan ibadah umrah.

Senin (21/12/2020) malam kemarin ada sebanyak 282 orang termasuk jamaah umrah di dalamnya akan kembali bertolak ke Indonesia dengan maskapai Garuda.

Pemerintah Arab Saudi akan mempertimbangkan kembali untuk memperpanjang seminggu berikutnya, jika memang ditemukan kasus-kasus baru yang ditimbulkan virus corona terbaru ini.

Menurut Firman, keputusan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang.

Menurutnya, Pemerintah Saudi juga memberlakukan aturan ini bagi kedatangan melalui laut dan darat.

Penulis: Yulis
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved