Breaking News:

Penanganan Covid

Anggota DPR Minta BPOM Profesional dan Objektif Uji Kelayakan Vaksin Covid-19

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta BPOM bekerja profesional dan obkektif menilai kelayakan vaksin Covid-19.

Tribun Ambon/biro media_setpres
VAKSIN COVID-19 - Petugas cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, mengangkut vaksin Sinovac, Corona, Selasa (8/12/2020) 

"BPOM punya tanggungjawab moral untuk melindungi segenap bangsa Indonesia untuk bebas dari Covid-19. Karena itu BPOM harus melaksanakan proses pengujian dengan cara yang akurat dan tepat. Jangan sampai karena tekanan pihak tertentu BPOM terpaksa mengeluarkan izin edar meskipun sebenarnya vaksin tersebut tidak layak pakai," ucap Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Pembangunan dan Industri ini. 

"Semoga BPOM tidak menghianati hati nurani dan kepercayaan masyarakat yang ada selama ini.  BPOM harus memeriksa hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac secara profesional, obyektif dan transparan," imbuhnya.

Baca juga: 13 Januari 2021, Presiden Jokowi akan Divaksin Covid-19

Selain itu BPOM tidak boleh bekerja atas dasar tekanan dan pesanan produsen atau pedagang vaksin," pesan Mulyanto

Untuk diketahui sebelumnya Pemerintah telah membeli vaksin anticovid dari perusahaan China sebanyak 3 juta dosis. 

1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari China telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta (6/12).

Sisanya 1,8 juta dosis baru tiba di tanah air awal tahun ini. 

Vaksin tersebut diimpor dari Sinovac Life Science Corporate Ltd, Cina, dalam bentuk vero cell dengan nama penerima PT Bio Farma (Persero).

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved