Breaking News:

Kemlu Lanjutkan Pengembangan Satu Data WNI di Luar Negeri pada 2021

Di tahun 2021, Retno mengatakan perwakilan RI akan terus diperkuat soal infrastruktur pelindungan WNI.

Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) berupaya melanjutkan pengembangan satu data Indonesia dengan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas luar negeri di tahun 2021.

Hal itu disampaikan Menlu RI Retno Marsudi pada Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2021 yang digelar secara virtual pada Rabu (6/1/2021) terkait penguatan sistem perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

“Melanjutkan upaya membangun Satu Data Indonesia dengan memperkuat data WNI yang akurat melalui pemutakhiran secara serempak di seluruh perwakilan dan dengan menggunakan platform Portal Peduli WNI,” ujar Menlu Retno

“Integrated Data Operating Centre akan dibangun,” lanjutnya

Di tahun 2021, Retno mengatakan perwakilan RI akan terus diperkuat soal infrastruktur pelindungan WNI.

Diantaranya dilakukan dengan memberikan dukungan anggaran pelindungan khususnya penanganan Covid, pembangunan Perwakilan Pelindungan Terpadu (PPT) sesuai mandat Permenlu 5 Tahun 2018, serta peningkatan status Konsulat RI di Tawau menjadi KJRI.

Baca juga: KBRI-KJRI Gandeng Bareskrim Polri Ungkap Kejahatan Siber Penipuan di Media Sosial

Dalam sistem pelindungan untuk ABK, Menlu mengatakan dari hulu hingga hilir akan ditingkatkan melalui pembentukan roadmap ratifikasi ILO C-188 Work in Fishing Convention.

Kemlu juga akan melakukan MoU penempatan khusus ABK perikanan dengan negara tujuan serta pemanfaatan perjanjian bantuan hukum timbal balik (mutual legal assistance) untuk penegakan hukum yang tegas bagi pelaku.

“Atas inisiatif Indonesia, dan didukung 71 negara anggota PBB pada 1 Desember 2020, Sidang Majelis Umum (SMU) PBB secara konsensus telah mengesahkan resolusi mengenai anak buah kapal atau seafarers di masa pandemi,” ujar Retno

Baca juga: KBRI: 98 ABK Indonesia Stranded Dipulangkan Melalui Peru

Untuk pelindungan WNI selama tahun 2020 lebih dari 54.000 kasus telah ditangani Kemlu RI.

Retno mengatakan angka ini meningkat lebih dari 100 % dari tahun 2019.

“Lebih dari 172.000 WNI telah direpatriasi, Lebih dari setengah juta sembako telah diberikan, Lebih dari 2.400 WNI yang terpapar di luar negeri didampingi,” ujar Retno

Menlu berujar 17 WNI telah dibebaskan dari hukuman mati, 4 sandera telah dibebaskan dan Rp. 103,8 miliar hak finansial WNI atau pekerja migran telah diperjuangkan.

“Protection of our nationals goes beyond numbers. Upaya pelindungan dilakukan sampai norm setting di tingkat global,” kata Retno

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved