Breaking News:

Kurang dari 2 Bulan 13 Kali Kecelakaan, DFW Indonesia : Keselamatan Kapal Nelayan RI Memprihatinkan

DFW menyarankan kepada nelayan Indonesia agar mematuhi anjuran otoritas pelabuhan dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.

Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Aktivitas nelayan di Kampung Tambaklorok, Semarang Utara, Kamis (22/8/2021). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

DFW menyarankan kepada nelayan Indonesia agar mematuhi anjuran otoritas pelabuhan dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk.

“Saat ini musim barat yang ditandai dengan cuaca ekstrim seperti gelombang tinggi, nelayan mesti meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi cuaca oleh BMKG” kata Abdi. 

Sementara itu, peneliti DFW Indonesia Muh Arifuddin meminta kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengawasan kepada kapal nelayan dan kapal perikanan yang akan melakukan operasi penangkapan ikan. 

“Otoritas terkait di pelabuhan perikanan perlu melakukan inspeksi bersama untuk memeriksa aspek keselamatan dan kesehatan kerja yang ada diatas kapal seperti pelampung, live jaket, dan radio komunikasi," kata Arif. 

Selain itu, Arif mengatakan pemerintah perlu melakukan program pelatihan dan simulasi kepada nelayan dan awak kapal perikanan jika menghadapi kecelakan di laut.  

Tak hanya itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan agar pelaksanaan program asuransi nelayan dapat diperluas dan menganjurkan pemilik kapal ikan dapat mengikutsertakan awak kapal perikanan dalam program asuransi mandiri. 

Pasalnya Arif melihat resiko bekerja di laut oleh nelayan sangat besar. Sehingga pemerintah dan pemilik kapal mesti memberikan jaminan asuransi kepada mereka yang bertarung nyawa di laut. 

"Hal tersebut merupakan amanah konstitusi sehingga wajib untuk dilaksanakan," tutup  Arif.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved