Breaking News:

Gus Nur Ditangkap Polisi

Ogah Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Gus Nur Ingin Segera Buktikan Pernyataan Kliennya Bukan Fitnah

Ketua Tim Pengacara Gus Nur, Ahmad Khazinudin menyatakan mereka tidak akan mengajukan eksepsi.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Tim kuasa hukum Gus Nur, Eggy Sudjana (kanan), Ahmad Khazinudin (kiri) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum mendakwa Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur terbukti sengaja menyebar informasi untuk menimbulkan permusuhan terhadap kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Tim Pengacara Gus Nur, Ahmad Khazinudin menyatakan mereka tidak akan mengajukan eksepsi.

Pihaknya ingin langsung melakukan pembuktian pokok perkara, bahwa pernyataan kliennya bukan sebuah fitnah.

Melainkan berdasarkan pernyataan tokoh lainnya yang disampaikan ulang Gus Nur.

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, Gus Nur Didakwa Sengaja Sebar Informasi Timbulkan Kebencian

"Prinsipnya kita tidak ingin mengajukan eksepsi. Kami ingin langsung membuktikan bahwa pokok pembelaan kita, pokok perkara apakah saksi-saksi tadi benar menyatakan keterangan-keterangan dalam persidangan, termasuk apa yang disampaikan Gus Nur bukanlah hal yang fitnah," kata Ahmad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Berkenaan dengan mengurungkan niat mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa, kubu Gus Nur juga mempersoalkan salinan berita acara pemeriksaan (BAP) yang tidak diberikan.

Padahal kata dia, salinan BAP berguna untuk memberikan pembelaan yang bersangkutan dan mempelajari keterangan-keterangan pihak yang terlibat.

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, Pengacara Gus Nur Minta Doa Masyarakat

"Kami tadi karena selain kami meminta salinan BAP tidak diberikan agar apa? Agar kami bisa memberikan pembelaan yang maksimal karena tugas dan fungsi seorang advokat adalah memberikan pembelaan hukum. Bagaimana kami memberikan pembelaan yang maksimal kalau bahan-bahan itu tidak diberikan," ucap Ahmad.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved