Breaking News:

Banjir Bandang di Kawasan Puncak

Menko PMK Bicara Dampak La Nina Saat Kunjungi Pengungsi Banjir Bandang di Puncak Bogor

Muhadjir Effendy meninjau lokasi pengungsian korban terdampak banjir bandang di kawasan Agro Wisata Gunung Mas,

Istimewa/ Humas Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau lokasi pengungsian korban terdampak banjir bandang di kawasan Agro Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau lokasi pengungsian korban terdampak banjir bandang di kawasan Agro Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021).

Muhadjir menilai beberapa bencana yang belakangan terjadi di tahun ini akibat dampak dari La Nina.

Bencana yang belakangan terjadi adalah longsor dan banjir bandang di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, serta air pasang di Manado.

Baca juga: Banjir Bandang di Puncak: Muncul Ikan Jumbo, Air Sungai Bendung Katulampa Berwarna Hitam Pekat

"Presiden sudah memimpin rapat lebih dari tiga kali untuk bagaimana kita bisa menangani masalah dampak dari La Nina ini," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

Muhadjir mengatakan pemerintah sebetulnya sudah melakukan pemetaan secara menyeluruh, termasuk untuk potensi bencana di wilayah Jawa Barat.

Pemetaan, menurutnya, telah dilakukan untuk penyempurnaan penanganan bencana sehingga menjadi lebih tersistem.

"InsyaAllah pemerintah kita siap," kata Muhadjir.

Baca juga: BMKG: Masuk Puncak Musim Hujan, 27 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem pada 19-25 Januari 2021

Mantan Mendikbud ini menyebut kedatangannya untuk memastikan langkah-langkah yang akan dilakukan, terutama dari pihak PT Perkebunan Negara (PTPN).

Banjir bandang ini terjadi di kawasan Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kemarin, berada di wilayah kepemilikan PTPN.

Baca juga: Banjir Bandang di Puncak: Muncul Ikan Jumbo, Air Sungai Bendung Katulampa Berwarna Hitam Pekat

"Kita juga akan lihat kebutuhannya apakah nanti perlu dukungan dinas-dinas terkait, baik itu Kementerian Kehutanan, BNPB, atau cukup di-handle oleh pihak PTPN. Nanti saya akan bicara juga dengan Menteri BUMN," ucap Muhadjir.

Seperti diketahui, sebanyak 900 jiwa terdampak banjir bandang di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (19/1) pukul 10.00 WIB.

Banjir bandang tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai longsoran dari gunung.

"BPBD Kabupaten Bogor melaporkan, 900 jiwa terdampak banjir. Sementara ini warga diungsikan ke rumah kerabat dan sebagian menempati Wisma PTPN 8 Gunung Mas," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved