Breaking News:

Penanganan Covid

Menkes Budi Gunadi Sadikin: Vaksin Covid-19 Mandiri Harus Murah

Pemerintah membuka sinyal untuk vaksinasi Covid-19 mandiri atau berbayar, setelah menerima saran dari sejumlah pihak.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Budi Gunadi Sadikin - Menteri Kesehatan (Muchlis jr/Biro Pers Sekretariat Presiden) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah membuka sinyal untuk vaksinasi Covid-19 mandiri atau berbayar, setelah menerima saran dari sejumlah pihak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya terbuka atas saran tersebut, asalkan memenuhi prinsip cepat, murah, dan menjangkau seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi apapun mekanismenya tadi saya terbuka asalkan itu secepat-cepatnya, semurah-murahnya, dan sebanyak-banyak untuk seluruh rakyat Indonesia," ujarnya dalam kegiatan Kompas100 CEO Forum yang digelar virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Per 21 Januari Bertambah 11.703 Kasus, Total Pasien Positif Covid-19 Jadi 951.651 Orang

Ia mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan mandat bahwa vaksin adalah hak gratis untuk seluruh rakyat serta akan diberikan merata untuk segala macam golongan.

"Jangan sampai kelihatan satu golongan tertentu bisa mendapatkan akses yang lebih dapat lebih dulu," kata dia.

"Jadi kalau temen-temen yang ada yang ingin membantu boleh tapi tolong dipahami, karena sifatnya berlaku untuk semua rakyat, harus terjadi enggak bisa hanya sekelompok saja, enggak akan ada gunanya juga," sambung Budi.

Baca juga: Sri Mulyani Tak Yakin, Pandemi Covid-19 Sepenuhnya Akan Bisa Dikendalikan Tahun 2021 

Ia menerangkan, tahapan vaksinasi diawali dengan sasaran 1,4 juta petugas kesehatan yang berlangsung pada Januari - Februari.

Kemudian, kepada pekerja publik sebanyak 17 juta serta lansia sebanyak 25 juta.

Dan dilanjutkan, pada akhir April atau awal Mei diharapkan vaksinasi kepada masyarakat umum.

Baca juga: Jokowi: Bansos, Insentif hingga Vaksinasi Jadi Upaya Menangani Pandemi Covid-19

Menurut Budi, pemerintah membuat pelaksanaan vaksinasi secara bertahap dengan berbagai macam pertimbangan.

Selain ketersediaan vaksin, risiko penularan lebih rentan terjadi pada petugas kesehatan dan petugas publik, serta usia lanjut sehingga diutamakan

"Jadi mohon pengertiannya Bapak Ibu kita akan melakukan penyuntikan untuk publik itu antara akhir April sama Mei tolong itu juga dipahami dijaga tahapan ini. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan bagaimana dampaknya ke orang-orang," tutur Budi.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved