Breaking News:

Virus Corona

Cerita Pilu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia setelah Ditolak Sekitar 30 Rumah Sakit karena Penuh

Cerita pilu seorang pasien Covid-19 yang ditolak hingga 30 rumah sakit di Tangerang Selatan karena penuh.

Tangkap layar youtube Najwa Shihab
Cerita pilu seorang pasien Covid-19 yang ditolak hingga 30 rumah sakit di Tangerang Selatan karena penuh. 

"Kita tiap saat selalu cek saturasinya, sampai sudah dibawah 95, sekitar 84 dan 85, dan papa kita sudah lemes banget."

"Akhirnya minta tolong ke Satgas Covid-19 karena butuh segera dikasih oksigen," kata Evi.

Baca juga: Rumah Sakit di Jabodetabek Mulai Kolaps, Banyak Pasien Corona Tak Bisa Ditampung karena Penuh

Dalam kondisi kritis itu, ayah mertua Evi rupanya dibawa ke sebuah puskesmas kecil untuk ditangani dengan segera.

Namun, saat tahu kondisi puskesmas tersebut, Evi merasa sangat sedih.

Pasalnya, puskesmas tersebut hanya memiliki fasilitas tabung oksigen dan infus saja.

Padahal, ayah mertua Evi dalam keadaan kritis yang harus segera ditangani di ruang ICU.

Cerita pilu seorang pasien Covid-19 yang ditolak hingga 30 rumah sakit di Tangerang Selatan karena penuh.
Cerita pilu seorang pasien Covid-19 yang ditolak hingga 30 rumah sakit di Tangerang Selatan karena penuh. (Tangkap layar youtube Najwa Shihab)

"Kayaknya ngga akan bisa (ditangani di puskesmas), jadi aku langsung telepon beberapa rumah sakit di Tangerang Selatan."

"Bahkan putra bungsu Papa yang ada di luar negeri telepon seluruh koleganya untuk dicarikan rumah sakit."

"Aku juga udah minta tolong ke Dinkes, karena hanya aku yang negatif," ujar Evi.

Mirisnya, sudah sekitar tiga puluh rumah sakit yang dihubungi, tidak ada satu pun yang bersedia menampung ayahnya karena penuh.

Baca juga: Pandemi Tak Terkendali, Tim Mitigasi IDI Minta Pemerintah Lakukan Tes Covid-19 Serentak

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved