Breaking News:

Jadikan NU Sebagai Inspirasi, PSI Siap Bekerja Sama untuk Kepentingan Bangsa

Sebagai organisasi keagamaan terbesar, NU telah menginspirasi PSI untuk terus konsisten merawat kemajemukan dan memperjuangkan toleransi di Indonesia.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Giring Ganesha saat ditemui di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan komitmen menjadi mitra Nahdlatul Ulama (NU) dalam bekerja untuk bangsa dan negara Indonesia. 

Hal itu disampaikan Plt. Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha, saat menjadi keynote speaker dalam diskusi virtual bertajuk “NU, Anak Muda, dan Islam Rahmatan lil Alamin” yang digelar DPP PSI untuk memperingati hari lahir ke-95 NU. 

“PSI tidak hanya partainya anak muda, tetapi juga gerakan anak muda yang memiliki nafas perjuangan yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan ala NU. Oleh karena itu, PSI akan terus menjaga hubungan  baik dengan NU untuk menjadi mitra kami dalam bekerja dan berkarya untuk bangsa dan negara Indonesia,” ujar Giring, Jumat (29/1/2021) malam.

Baca juga: PKB Sebut Sikap Abu Janda Sangat Tidak NU

Giring menambahkan, sebagai organisasi keagamaan terbesar, NU telah menginspirasi PSI untuk terus konsisten merawat kemajemukan dan memperjuangkan toleransi di Indonesia. 

“Selain itu NU yang selalu mengedepankan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin, Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dan semesta yang secara langsung menjadi inspirasi kami sebagai partai yang terus memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan solidaritas antar umat beragama. NU adalah salah satu garda terdepan dalam penyemaian nilai-nilai toleransi dan persatuan Indonesia yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjut Giring. 

Sementara itu, Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, yang turut menjadi pembicara membagi pengalamannya ketika berinteraksi dengan para Kiai dan santri NU. 

Menurutnya, corak yang paling berkesan di dalam organisasi NU adalah keterbukaan pikiran dan progresivitas gagasan. Sehingga, NU bisa menjauhkan diri dari nuansa kekerasan dalam urusan berbangsa dan beragama. 

“Yang saya suka dari tradisi di NU ini, kalau saya ketemu Kiai atau santri, dan memiliki perbedaan pandangan, mereka bisa berdebat dengan tenang dan kepala dingin, tanpa menganggap bahwa kita tidak sesuai dengan agama. Jadi ada diskursus dalam NU, di mana setiap orang diajak berpikir bukan hanya mengikuti satu pakem tertentu,” ujar perempuan yang sedang menempuh studi master dalam bidang Public Policy & Media Studies di New York University, Amerika Serikat, ini.

Politisi PSI Tsamara Amany Alatas melakukan sesi wawancara dengan redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Senin (23/11/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Politisi PSI Tsamara Amany Alatas melakukan sesi wawancara dengan redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Senin (23/11/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA (TRIBUN/DANY PERMANA)

Lebih jauh, Tsamara mengatakan NU dan PSI punya banyak kesamaan pandangan dalam masalah agama dan politik, dan memungkinkan bagi keduanya untuk saling bekerja sama. 

“Sejak berdiri hingga hari ini, PSI sebagai partai politik PSI tentunya ingin memperjuangkan nilai-nilai progresif, adanya kesetaraan gender, ada toleransi antar-seluruh umat beragama, kita ingin seluruh keyakinan agama itu dijamin hak-haknya,” lanjut dia. 

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved