Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Ferdinand Hutahaean Saran ke Moeldoko: Jika Tuduhan Demokrat Tak Benar, Ambil Langkah Hukum

Ferdinand Hutahaean menyarankan agar Moeldoko mengambil langkah hukum jika tuduhan Partai Demokrat terhadapnya tidak benar.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Eks Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyarankan agar Moeldoko mengambil langkah hukum jika tuduhan Partai Demokrat terhadapnya tidak benar.

Sebelumnya, nama Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) itu disebut beberapa elite Demokrat sebagai pejabat tinggi pemerintah yang terlibat dalam rencana mengambil alihan paksa partai berlambang bintang mercy itu.

Bahkan, AHY juga berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta klarifikasi dugaan keterlibatan pejabat di lingkungan kekuasaan untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional.

Baca juga: Pengamat Ini Sebut Konflik Partai Demokrat, Pertarungan Strategi Elite Parpol dan Elite Pemerintah

"Untuk Pak Moeldoko saran saya kalau memang tuduhan ini tak benar, sebaiknya mengambil langkah hukum untuk menjernihkan namanya dan juga membersihkan nama pak Jokowi dari isu ini," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa (2/2/2021).

Namun, lanjut Ferdinand, jika tuduhan yang dialamatkan kepada Moeldoko itu benar, dia harus mengakui dan 'membersihkan' nama Presiden Jokowi.

Baca juga: Herzaky Sebut Perancang Kudeta Demokrat Sudah Siapkan 2 Partai Untuk Usung Capres di Pemilu 2024

"Jika ternyata memang benar, sebaiknya Moeldoko menyatakan bertanggung jawab dan tetap membersihkan nama presiden ksrena tidak teelibat, tidak tau menahu dan tidak ada urusan dengan isu ini," ujarnya.

Moeldoko blak-blakan

Kepala Staf Presiden Jenderal Purnawirawan Moeldoko memberikan penjelasan kenapa dirinya dikait-kaitkan dengan persoalan internal Partai Demokrat.

Namanya menyeruak dianggap sebagai orang yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat meskipun Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menyebut namanya secara pasti.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved