Kamis, 4 Juni 2026

Krisis Myanmar

Imbauan KBRI Yangon untuk WNI di Myanmar Setelah Aksi Kudeta Militer

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon mengimbau WNI yang berada di Myanmar untuk tetap tenang.

Tayang:
Editor: Daryono
Thet Aung / AFP
Presiden Myanmar Win Myint (kanan), Penasihat Negara Aung San Suu Kyi (tengah) dan Wakil Presiden Henry Van Thio (kiri) mengenakan masker setelah sesi foto mereka pada upacara pembukaan Konferensi Perdamaian Persatuan ke-4 (Panglong Abad ke-21) di Pusat Konvensi Internasional Myanmar (2) di Naypyidaw pada 19 Agustus 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon mengimbau WNI yang berada di Myanmar untuk tetap tenang.

Imbaun itu dikeluarkan KBRI di Yangon menyusul aksi kudeta militer yang terjadi di sana, setelah ditangkapnya Aung San Suu Kyi.

Ada delapan poin dalam imbauan yang dikeluarkan oleh KBRI Yangon, diantaranya WNI dimbau untuk selalu membawa tanda pengenal (ID Card) atau dokumen resmi (paspor) yang masih berlaku.

"Hal ini agar memudahkan untuk identifikasi diri apabila terdapat pemeriksaan oleh aparat keamanan," bunyi imbauan yang ditandatangani Sekretaris Kedubes RI, Cahya Pamengku Ali.

Selain itu, WNI yang ada di sana juga diminta untuk menyiapkan persediaan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya untuk perkiraan kebutuhan selama satu hingga dua minggu.

WNI juga diminta untuk melakukan pemutakhiran alamat dan identitas diri beserta keluarga melalui alamat situs https://peduluwni.kemlu.go.id.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Ditangkap, Militer Myanmar Ambil Alih, Nyatakan Kondisi Darurat Selama 1 Tahun

Baca juga: Anggota Komisi I DPR Minta Menlu RI Bersikap Soal Kudeta Militer di Myanmar

Kedubes juga meminta agar WNI di sana meningkatkan komunikasi antar warga dan memperhatikan keberadaan rekan ataupun keluarga di sana.

"Menghindari upaya dari golongan atau komunitas tertentu yang ingin memengaruhi dan mengajak untuk melakukan kegiatan ataupun ikut memberikan komentar yang berpotensi mengganggu keamanan publik serta lingkungan," kata Cahya.

Cahya juga meminta WNI di sana untuk tetap menaati peraturan dan protokol kesehatan serta arahan dari Pemerintah Myanmar yang berlaku.

KBRI di Yangon meminta warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dan bantuan perlindungan untuk menghubungi telepon hotline : +95 9503 7055 dan +62 812 9007 0027.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon mengimbau WNI yang berada di Myanmar untuk tetap tenang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon mengimbau WNI yang berada di Myanmar untuk tetap tenang. (Instagram KBRI Yangon)

Baca juga: SOSOK Min Aung Hlaing, Jenderal Militer Ambil Alih Kekuasaan Myanmar, Aung San Suu Kyi Digulingkan

Baca juga: Pernyataan Lengkap Militer Myanmar Soal Kudeta di Negara Itu

Baca juga: PROFIL Aung San Suu Kyi, Pemimpin Myanmar yang Ditahan Militer, Putri dari Seorang Jenderal

Diberitakan sebelumnya, militer Myanmar mengonfirmasi telah mengambil kendali negara setelah pemimpin negara Aung San Suu Kyi ditangkap.

Pemimpin sekaligus politisi Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi, ditangkap militer dalam serangan dini hari Senin (1/2/2021) bersama pemimpin politik lainnya.

Menurut laporan BBC, kudeta terjadi setelah ketegangan antara pemerintah sipil dan militer karena sengketa pemilu November 2020. 

Beberapa jam setelah penangkapan, saluran TV militer mengonfirmasi mereka menyatakan keadaan darurat selama satu tahun.

Myanmar yang dikenal sebagai Burma, diperintah militer hingga reformasi demokrasi pada 2011 silam.

Pada pemilu November 2020 lalu, NLD di bawah kepemimpinan Suu Kyi menang telak.

Namun hasil itu ditentang militer dan menyerukan bahwa pemilu dicurangi.

(Tribunnews.com/Tio, Ika)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved