Kemendikbud Pastikan SMK Menjadi Center of Excellence
Kemendikbud, menurut Wikan, berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan oleh SMK.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto memastikan SMK berkembang menjadi Center of Excellence (CoE) yang pada tahun ini menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK).
Kemendikbud, menurut Wikan, berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan oleh SMK.
"Kami ingin memastikan budaya kerja, sistem, dan juga SDM-nya berjalan baik," ucap Wikan melalui keterangan tertulis, Selasa (2/2/2021).
Wikan mengungkapkan Kemendikbud berupaya untuk memberikan teaching factory bagi SMK.
Dirinya menyarankan agar kampus vokasi memiliki jurusan manufaktur untuk menyerap inovasi yang dibuat oleh SMK.
Baca juga: Kemendikbud: Pendidikan Vokasi Mengambil Peran Hasilkan SDM Unggul
"Saya sangat menyarankan kepada seluruh kampus vokasi seluruh Indonesia yang memiliki jurusan manufaktur dan permesinan untuk membeli produk HKI ini," ujar Wikan.
SMK, menurut Wikan, akan mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi vokasi untuk mengawasi berjalannya teaching factory dengan baik. Kemendikbud, kata Wikan, bakal mendukung hasil produksi dari SMK.
"Kami juga akan membuat kebijakan, semua politenik dan SMK harus memakai batik buatan SMK pada hari tertentu," pungkas Wikan.
Seperti diketahui, pada 2020 Kemendikbud telah mengembangkan 476 SMK menjadi pusat keunggulan atau center of excellence.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/direktur-pendidikan-tinggi-vokasi-kemendikbud-wikan-sakarinto.jpg)