Breaking News:

Mulai 2022, Bayar Tol di Indonesa Tidak Perlu Berhenti, Begini Penjelasannya  

Namun jika saldo e-wallet kurang untuk membayar tarif maka pengendara akan dikenakan penalti

Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (27/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) ditargetkan mulai diimplementasikan tahun 2022.

Dia menjelaskan tahun ini akan dimulai pembangunan proyek berteknologi GNSS (Global Navigation Satelite System) oleh perusahaan teknologi pemenang lelang asal Hungaria, Roatex, Ltd.

"Sistem MLFF ini nantinya akan terkoneksi dengan satelit. Target pelaksanaan konstruksi MLFF dimulai 2021. Untuk implementasinya secara bertahap di 2022," kata Danang saat jumpa pers virtual, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Dirut: Bisnis Bank Syariah Indonesia Akan Dijalankan dengan Prinsip Maqashid Al-Syariah

Anggota BPJT Unsur Akademisi Eka P. Anas menuturkan rencananya 41 ruas akan mulai diuji coba tahun depan sistem MLFF.

"Setelah konstruksi selesai, 41 ruas paling tidak sudah bisa uji coba. Paling lambat di awal 2023 sudah full (implementasi)," ujar dia.

Diketahui, bayar tol tanpa berhenti ini nantinya akan tersambung dengan ponsel pemilik kendaraan. 

Dari ponsel pengendara nantinya akan langsung terbaca oleh smart camera yang terpasang di jalan tol melalui bantuan satelit.

Setelah ponsel terdeteksi, maka otomatis akan terjadi transaksi pembayaran tol kepada e-wallet yang dimiliki setiap pengendara.

Namun jika saldo e-wallet kurang untuk membayar tarif maka pengendara akan dikenakan penalti.
 

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved