Breaking News:

Anggota Komisi IV Nilai Pembangunan Food Estate Belum Optimal

Kementerian dinilai lambat dalam memperbaiki irigasi dan pintu air, termasuk lambat dalam perbaikan  Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak

DPR RI
Bambang Purwanto 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrat Bambang Purwanto menilai bahwa program food estate atau lumbung pangan berskala luas merupakan langkah cerdas untuk meningkatkan ketahanan pangan. 

Lumbung pangan merupakan solusi akibat  lahan sawah di Jawa yang kian berkurang akibat kebutuhan perumahan yang akan mengancam ketahanan pangan Nasional.

Menurutnya pengembangan proyek tersebut harus dioptimalkan dengan baik sehingga sesuai dengan tujuan awal program tersebut.

Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan petani yang sudah ada dengan bantuan serta biaya yang cukup besar, didukung semangat petani yang luar biasa karena merasa mendapat perhatian Pemerintah.

"Harus optimal sesuai dengan harapan Presiden, sehingga dapat sebagai percontohan daerah lain tinggal datang dan belajar di foot estate," kata Bambang, Minggu, (7/2/2021).

Baca juga: Ayu Ting Ting Batal Nikah, Pihak Hotel Sebut Sudah Ada Pembayaran hingga Tes Food: Tinggal Eksekusi

Hanya saja menurut dia pembangunan proyek strategis tersebut belum sesuai dengan harapan.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah misalnya, pada tahun 2020 seharusnya sudah dibangun 20 ribu hektar di kabupaten Kapuas, dan 10 ribu hektar di Kabupaten Pulau pisang. 

Saat ini yang terbangun hanya 1000 hektar di Kabupaten Pulau Pisang tepatnya  di Belanti Desa Gedabung Kecamatan Maliku. Serta 6000 hektar di Kabupaten Kapuas di Desa Terusan Makmur dan Terusan Kriya Kecamatan Bataguh.

"Selebihnya pintu air belum diperbaiki tentu berakibat terhadap hasil yang kurang sesuai harapan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved