Breaking News:

Imlek 2021

Polri Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Imlek

Polri menggandeng para influencer dan tokoh masyarakat karena suara dan imbauan yang digunakan lebih mudah dimengerti dan dituruti oleh masyarakat.

Tribunnews/Herudin
Warga Tionghoa mencuci rupang (patung) dewa di Vihara Amurva Bhumi, Karet, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Ritual pencucian patung dewa serta bersih-bersih alat persembahyangan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut perayaan tahun baru China atau Imlek tahun 2572. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI mengantisipasi mobilitas masyarakat saat libur tahun baru China atau Imlek pada 12 Februari 2021 mendatang.

Polri pun akan menggandeng influencer dan organisasi masyarakat untuk melakukan edukasi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan edukasi yang dimaksudkan terkait dengan penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada klaster libur Imlek.

"Jadi kita menggunakan beberapa tokoh yang mempunyai umat yang banyak. Nanti kita tetap bersinergi dengan kelompok komunitas maupun ormas yang lain untuk terus memberikan edukasi, juga menyiapkan beberapa masker maupun hand sanitizer," kata Argo dalam keterangannya, Minggu (7/2/2021).

Ia menuturkan tujuan Polri menggandeng para influencer dan tokoh masyarakat karena suara dan imbauan yang digunakan lebih mudah dimengerti dan dituruti oleh masyarakat.

Baca juga: Pesan Gubernur DKI Anies Baswedan Jelang Perayaan Imlek, Minta Warga Tetap di Rumah 

Baca juga: Tak Ada Lockdown saat Imlek, Kemenkes Tegaskan PPKM Jawa-Bali Masih Berjalan

"Jadi dengan kegiatan lain hari besar lain juga mengimbau kepada umatnya kita tetap menggunakan orang-orang yang berpengaruh di sana sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan umatnya," jelas Argo.

Di sisi lain, kata Argo, TNI-Polri juga telah turun untuk mengajak masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah. Yakni menjauhi kerumunan, menggunakan masker hingga menjaga jarak.

"Jadi kita tetap mengajak seluruh masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti, dipahami sehingga masyarakat bisa paham dan mengerti pentingnya menggunakan masker dan sebagainya untuk menghindari Covid ini," ujar dia.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved