Breaking News:

Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menilai Tingkat Korupsi Dua Tahun Terakhir Meningkat

Rinciannya, tingkat korupsi yang dipersepsikan meningkat oleh masyarakat sebesar 56 persen, di tingkat pelaku usaha 58 persen.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim 
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan data mayoritas masyarakat mulai merasakan tingkat korupsi selama dua tahun terakhir semakin meningkat. Seluruh komponen masyarakat mempersepsikan negatif terkait korupsi di tanah air.

Fakta itu terungkap dari hasil survei terbaru yang dikeluarkan oleh LSI. Dalam data tersebut, persepsi pelaku usaha, pemuka opini hingga masyarakat menilai buruk terkait korupsi di Indonesia.

"Secara umum beberapa survei yang kita lihat disini, secara umum bisa kita simpulkan bahwa baik pemuka opini maupun para pelaku bisnis atau pelaku usaha itu sama-sama mayoritas memandang bahwa tingkat korupsi terus meningkat di akhir-akhir ini 2 tahun terakhir," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam diskusi daring, Minggu (7/2/2021).

Baca juga: Survei LSI: Kejagung, Polri, Pemda dan DPR Masih Dinilai Tak Efektif Soal Pemberantasan Korupsi

Rinciannya, tingkat korupsi yang dipersepsikan meningkat oleh masyarakat sebesar 56 persen, di tingkat pelaku usaha 58 persen dan di tingkat pemuka opini sebesar 58 persen. Data tersebut berbanding terbalik dengan persepsi terhadap penurunan tingkat korupsi.

Dari data itu, tingkat korupsi yang dipersepsikan menurun oleh masyarakat hanya 16 persen, di tingkat pelaku usaha 9 persen dan di tingkat pemuka opini 8 persen.

Sementara itu, ada pula responden yang menjawab tingkat korupsi tidak mengalami perbedaan selama 2 tahun terakhir. Rinciannya, di tingkat masyarakat 27 persen, di tingkat pelaku usaha 25 persen dan di tingkat pemuka opini 34 persen.

Sedangkan yang tidak menjawab sebanyak 1 persen di kalangan masyarakat, 8 persen di kalangan pelaku usaha dan 0 persen di tingkat pemuka opini.

Baca juga: Kinerja Presiden Jokowi Cegah Korupsi Dikritik, Dinilai Malah Semakin Memburuk

"Secara keseluruhan kita lihat disini bahwa persepsi terhadap peningkatan korupsi atau situasi korupsi itu masih negatif. Artinya masih banyak masyarakat yang menilai bahwa korupsi meningkat dibandingkan yang menurun," tandasnya.

Sebagai informasi, survei LSI itu melibatkan sebanyak 2.000 responden yang dipilih secara acak. Metode survei dilakukan lewat sambungan telepon dengan responden. 

Survei ini dilakukan pada 17 Desember 2020-7 Januari 2021 untuk kalangan pelaku usaha, 20 Desember 2020-25 Januari 2021 untuk pemuka opini dan 20 Desember 2020 untuk masyarakat.

Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved