Breaking News:

Anggota Komisi IV DPR Cecar Menteri Pertanian Terkait Kelangkaan Pupuk Subsidi

Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021

Humas Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Dalam rapat itu, dua anggota Komisi IV dari Fraksi yang berbeda sama-sama mencecar Syahrul terkait kelangkaan pupuk subsidi.

Salah satu anggota Komisi IV DPR RI itu adalah Riezky Aprilia dari Fraksi PDI Perjuangan.

Riezky mempermasalahkan dan mempertanyakan pupuk subsidi yang langka di lapangan.

"Rp33 triliun itu disinggung pak Presiden, subsidi pupuk outputnya ini signifikan atau tidak? Toh kelangkaan pupuk masih ada di lapangan," ujar Riezky, dalam rapat kerja di Ruang Rapat Komisi IV, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Aceh Tamiang Bagikan 12.566 Kartu Tani untuk Salurkan Pupuk Bersubsidi

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Riezky juga mengatakan petani sampai menyatakan tak perlu ada subsidi pupuk jika pada akhirnya susah didapatkan.

"Ini saya mau sampaikan juga, bukan aspirasi kami pribadi ya pak, ini dari petani. Mereka bilang ke saya, daripada ribet, mending dicabut aja subsidinya. Besar harapan saya jajaran bapak cek, survei lah di lapangan langsung," jelasnya.

Terkait hal itu, Syahrul mengatakan efektivitas subsidi pupuk terlihat dengan adanya kenaikan produksi dari rata-rata 4 ton per hektar menjadi 5,2 ton per hektar oleh para petani.

Menurutnya itu lebih tinggi dibandingkan produktivitas produksi pertanian negara lain seperti India (3,8 ton per hektar), Bangladesh (4,7), Thailand (3,09), Myanmar (3,9), hingga Kamboja (3,5).

Baca juga: Antisipasi Musim Tanam, Stok dan Distribusi Pupuk Non-Subsidi Diperbanyak

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved