Breaking News:

Kasus Asabri

Aset para Koruptor Asabri Diburu, 194 Hektare Tanah Benny Tjokro Disita Kejagung 

Gandeng OJK dan Kemenkumham, satu per satu Kejagung buru dan sita aset para koruptor Asabri, di antaranya 194 Hektare Tanah milik Benny Tjokro.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (11/8/2020). Penyidik Kejaksaan Agung kembali menumpang ruangan di gedung KPK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim pelacak aset di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejakgung) mulai melakukan menyita harta-benda milik para tersangka dugaan korupsi PT Asabri (Persero).

Direktur Penyidikan Jampidsus, Febrie Adriansyah, mengungkapkan, untuk sementara timnya sudah menyegel 566 bidang tanah yang diduga terkait kasus yang merugikan negara Rp 23,7 triliun tersebut.

”Untuk sementara, terkait penyidikan dugaan korupsi PT Asabri, tim kami sudah melakukan penyitaan berupa tanah sebanyak 566 bidang di Maja, Lebak, Banten,” kata Febrie kepada wartawan, Selasa (9/2).

Febrie menuturkan, ratusan bidang tanah yang disita di beberapa lokasi itu merupakan milik tersangka Benny Tjokrosaputro.

Aset tanah yang disita milik Benny Tjokro tersebut berbeda dengan apa yang ditemui oleh penyidik Kejagung pada kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Benny Tjokro diketahui juga merupakan terdakwa dalam kasus tersebut yang sudah divonis dalam pengadilan tingkat satu pidana penjara seumur hidup.

Meski sudah disita, perhitungan dari aset tak bergerak tersebut belum ditemukan angka pastinya.

Febrie mengatakan, penyitaan aset-aset tersebut bertujuan untuk menahan sementara kepemilikan agar tak berpindah tangan.

”Belum dihitung. Tapi itu luasnya 194 hektare,” terang Febrie.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah (Tribunnews.com/ Theresia Felisiani)

Tim pelacakan aset yang dibentuk Jampidus ini juga terus bekerja melakukan inventarisir harta-benda lainnya dari para tersangka.

Halaman
123
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved