Breaking News:

Viral Aisha Weddings Promosikan Nikah Muda, Politikus PKB Sebut Itu Pelanggaran

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Maman Imanulhaq memberikan tanggapan terkait promosi nikah muda yang difasilitasi Aisha Weddings.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Maman Imanulhaq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Maman Imanulhaq memberikan tanggapan terkait promosi nikah muda yang difasilitasi Aisha Weddings.

Menurut Kang Maman, begitu ia akrab disapa promosi Aisha Weddings melanggar aturan batas pernikahan seorang warga negara Indonesia.

"Kalau ada wedding organizer yang justru melanggar undang-undang yang diatur dan disepakati oleh negara, ini sebuah pelanggaran. Kita menginginkan siapa pun mereka untuk taat kepada aturan," kata Kang Maman kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Anggota DPR Maman Imanulhaq Kunjungi Korban Banjir di Majalengka

Seperti diketahui, layanan pernikahan Aisha Weddings viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet karena dianggap mendorong perkawinan anak.

Berdasarkan laman Facebook dan situs aishaweddings.com, penyelenggara acara tersebut memiliki spesialisasi dalam menyelenggarakan sebuah acara pernikahan atau wedding organizer (WO).

Dalam situsnya tertulis bahwa mereka menganggap pentingnya menikah di usia muda dan mengajak harus menikah pada usia 12 hingga 21 tahun.

Baca juga: Maman Imanulhaq Temukan Fakta Mengejutkan Saat Gelar Safari Politik di Jawa Barat

Maman berharap warga tak tertarik pada promosi yang dilakukan Aisha Weddings.

Menurutnya, usia matang pernikahan telah diatur oleh negara.

"Saya berharap pernikahan muda itu betul-betul dihindari, apalagi usia muda 12 tahun. Kita tahu usia yang diatur di peraturan hari ini justru menentukan di usai tingkat kematangan perempuan itu sudah teruji," katanya.

Baca juga: Sikapi Soal Kerumunan Massa, Maman Imanulhaq Tegaskan Pentingnya Penegakan Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Kang Maman tak ingin generasi muda lahir dari orang tua yang belum siap.

Dia menilai pernikahan yang matang merupakan fondasi dari peradaban masa depan.

"Kita nggak mau generasi muda rapuh, bila orang tuanya pun lemah dan rapuh, kepentingan inilah tujuan beragama, kita ingin agama menguatkan keturunan yang sehat, baik, kita ingin pernikahan itu menjadi dasar kekuatan sebuah masyarakat dan peradaban," katanya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved