Breaking News:

Pertanyaan Soal Cara Kritik Tanpa Dipolisikan Dianggap Provokasi, JK: Saya Bertanya dengan Tulus

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memberikan tanggapan terkait pertanyaannya soal cara mengkritik tanpa dipolisikan.

Sekretariat Presiden
Jusuf Kalla 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memberikan tanggapan terkait pertanyaannya soal cara mengkritik tanpa dipolisikan.

Diketahui pertanyaan Jusuf Kalla tersebut dinilai sebagian orang sebagai bagian dari provokasi.

JK mengatakan, mereka yang menganggap pertanyaannya sebagai bagian dari provokasi adalah sebuah pandangan sempit.

"Itu pandangan yang sempit daripada teman-teman yang mengatakan seperti itu," ujar JK dalam tayangan Kompas TV bertajuk 'Ketika Jokowi Minta Dikritik,'" Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Ikut Bersuara, Jusuf Kalla Sebut Din Syamsuddin Seorang Akademisi dan Tidak Melanggar Etika ASN

JK menjelaskan, apa yang dia tanyakan dalam konteks memberi kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja.

Pertanyaan itu diajukan JK hanya untuk mengetahui batasan-batasan dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Baca juga: Mahfud MD Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla Soal Kritik Terhadap Pemerintah

"Orang perlu mengetahui apa yang bisa, apa yang tidak bisa dalam (memberi) kritik itu. Jadi karena itulah maka saya bertanya, pertanyaan biasa sebenarnya," ujar JK.

JK memastikan bahwa dia secara tulus bertanya, tidak bermaksud melakukan provokasi apapun.

Selama ini, kata JK, banyak orang yang takut menyampaikan kritik lantaran tidak mengetahui batasan-batasan yang ada dalam memberikan kritik kepada pemerintah.

Baca juga: JK Tanggapi Jawaban Istana soal Cara Kritik Pemerintah dengan UU ITE: Kasih Rambu yang Lebih Ringkas

Halaman
123
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved