Breaking News:

BMKG: Prediksi Hujan Lebat, Gelombang Tinggi dan Masa Transisi ke Musim Kemarau di Indonesia

BMKG memprediksikan hujan lebat, gelombang tinggi, pertumbuhan awan cumulonimbus dan masa transisi musim hujan ke musim kemarau di wilayah Indonesia.

scroll.in
Ilustrasi hujan lebat akibat - BMKG memprediksikan hujan lebat, gelombang tinggi, pertumbuhan awan cumulonimbus dan masa transisi musim hujan ke musim kemarau di wilayah Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hingga Rabu (24/2/2021) mendatang seluruh wilayah Indonesia masih terjadi potensi hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang.

Wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem di antaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta.

Juga hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi," kata Dwikorita dikutip dari bmkg.go.id.

Selain itu, peningkatan gelombang tinggi diprediksikan akan terjadi di sejumlah perairan wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan, gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter (kategori tinggi) berpeluang terjadi di perairan utara Sabang-Selat Malaka bagian utara, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Pulau Enggano, perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB.

Baca juga: BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTB, perairan Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, perairan Kepulauan Bintan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian Utara, perairan Kepulauan Sangihe.

Perairan Halmahera Barat, Laut Halmahera, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari, perairan barat Biak, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai-Kepualaun Aru, Laut Arafuru bagian timur dan selatan Merauke.

Kemudian potensi gelombang sangat tinggi antara 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

Halaman
123
Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved