Breaking News:

Kurangi Risiko Banjir, TNI AU Kerahkan Pesawat CN-295 Untuk Modifikasi Cuaca di Jabodetabek

Pada ketinggian 10.000 sampai dengan 12.000 feet pesawat CN-295 menabur garam di awan yang berpotensi mengakibatkan hujan

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
ilustrasi: Tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan TNI AU menyiapkan kontainer berbentuk corong berisi garam untuk disemai ke dalam awan hujan di pesawat Hercules, di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014). Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan BPNB, BPPT, dan TNI AU melakukan rekayasa cuaca atau teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi dampak banjir yang terjadi di Jakarta akibat curah hujan yang tinggi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Udara menerbangkan pesawatnya untuk melaksanakan proses penyemaian awan melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (22/2/2021).

Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AU pada Senin (22/2/2021), Pesawat tersebut yaitu pesawat CN-295 A-2901 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.

Baca juga: Banjir Mulai Surut, Rel Kereta di Jalur Lemah Abang-Kedunggedeh Mulai Diperbaiki

Pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar.

Pesawat tersebut mengangkut garam sebanyak 2,4 ton.

Baca juga: Banjir Mulai Surut, Rel Kereta di Jalur Lemah Abang-Kedunggedeh Mulai Diperbaiki

Pada ketinggian 10.000 sampai dengan 12.000 feet pesawat CN-295 menabur garam di awan yang berpotensi mengakibatkan hujan di daerah Selat Sunda, Ujung Kulon, dan Lampung Timur sehingga hujan tidak masuk ke daerah Jabodetabek.

"Melalui modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi risiko banjir seperti yang terjadi di Jabodetabek pada awal tahun ini," dikutip dari keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Udara pada Senin (22/2/2021).

Kegiatan TMC tersebut adalah bentuk kerjasama antara TNI Angkatan Udara dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved