Breaking News:

Presiden Jokowi: 99 Persen Karhutla karena Ulah Manusia, Motifnya Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan 99 persen Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) adalah ulah manusia.

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Tim Gabungan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap (Korem 174/ATW) Merauke berhasil memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kebun Coklat, Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Provinsi Papua. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berawal dari warga masyarakat yang mempunyai kebiasaan dalam membuka lahan baru dengan cara melakukan pembakaran hutan yang akan dijadikan sebagai tempat bercocok tanam. Api merembet semakin luas dan sulit untuk dipadamkan dan kebakaran sudah mencapai sekitar 4 hektar serta memasuki area pemukiman warga masyarakat, sehingga Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat sekitar. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan 99 persen Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) adalah ulah manusia.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan pada Rakornas Penanganan Karhutla 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin, (22/2/2021).

"99 persen karhutla adalah ulah manusia baik yang disengaja atau tidak disengaja karena kelalaian, motif utamanya selalu satu, ekonomi," kata Presiden.

Baca juga: Jokowi: Langkah Antisipasi Lebih Diutamakan dalam Penanganan Karhutla

Presiden mengetahui bahwa pembersihan lahan melalui cara pembakaran biayanya paling murah.
Hanya saja hal itu tidak boleh dilakukan karena akan merusak lingkungan.

"Sekali lagi harus dimulai edukasi kepada masyarakat, kepada korporasi. Tidak. Ini harus ditata ulang kembali. Cari solusi agar korporasi dan masyarakat membuka lahannya agar dengan tidak cara membakar," katanya.

Baca juga: Kapolda Riau Segera Laksanakan Arahan Presiden untuk Pengendalian Karhutla 

Selain itu Presiden meminta kepada jajarannya agar membangun infrastruktur monitoring hingga tingkat bawah dalam upaya pencegahan Karhutla.

Presiden mencontohkan sistem monitoring yang ada di Provinsi Riau.

"Polda punya aplikasi yang bisa cek sampai bawah. Hal-hal seperti itu yang harus kita lakukan. Libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala desa, dalam pencegahan Karhutla," katanya.

Selain itu edukasi tentang pencegahan Karhutla juga harus terus dilakukan. Baik itu kepada masyarakat maupun perusahaan atau korporasi. Terutama mereka yang berada di wilayah-wilayah rawan Karhutla.

"Ajak tokoh agama, ajak tokoh masyarakat untuk ikut jelaskan kepada masyarakat akan bahaya Karhutla bagi kesehatan dan juga dampak ekonomi yang tidak kecil," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved