Breaking News:

Kepala Bakamla Bahas Kelanjutan Kerjasama Keamanan Laut Bersama Komandan Australia MBC

Aan juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerjasama MBC dengan Bakamla RI dalam menjaga perairan dan kedaulatan kedua negara.

Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia dan Komandan Australia Maritime Border Command (MBC) RADM Mark Hills membahas kelanjutan kerja sama keamanan laut secara daring di Markas Besar Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat pada Senin (22/2/2021).

Kegiatan tersebut sesuai dengan Dokumen Pengaturan antara Bakamla RI - Australia Border Force (ABF) yang telah ditanda tangani pada November 2017 dan sudah diperpanjang hingga tahun 2023. 

Memasuki topik pembahasan, Aan menjabarkan capaian kerja sama yang telah dilaksanakan antara lain Pelatihan Konvensi Hukum Laut PBB (Unclos Training), Pelatihan Maritime Domain Awareness, dan Pelatihan Peraturan dan Penindakan Maritim secara daring.

Baca juga: Bakamla dan BNN Gagalkan Penyelundupan 436,3 Kg Milik Jaringan Narkotika Internasional 

Aan juga menjabarkan rencana kegiatan antara Bakamla RI dan Pemerintah Australia di tahun ini antara lain Indonesian Maritime Officer Program di Fakultas Maritime Enforcement JCLEC oleh Universitas Wollongong Australia, dan Operasi Patroli Terkoordinasi (Patkor).

Selain itu kegiatan lainnya yakni Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) Ke-10 yang akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi COVID-19, pertukaran informasi inteligen antara IMIC dan MBC mengenai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan kedua negara, serta mengkaji model UU Power Act Australia dalam tata kelola keamanan lautnya.

Aan juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerjasama Pemerintah Australia, khususnya MBC dengan Bakamla RI dalam menjaga perairan dan kedaulatan kedua negara.

"Saya berharap kerja sama ini akan menguntungkan kedua negara dan mempererat tali persahabatan Bakamla RI dengan MBC," kata Aan dalam keterangan resmi Humas Bakamla yang dikonfirmasi pada Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Tak Gentar Hadapi Coast Guard China, Bakamla Dapat Dukungan Senjata

Di sela-sela pembicaraan, Hills mengucapkan selamat atas suksesnya operasi gabungan antara Bakamla RI dan BNN yang berhasil menyita hampir setengah ton narkotika jenis sabu-sabu, dan juga pemrosesan kapal tanker berbendera Iran dan Panama. 

Kejadian itu, menurutnya, sangat penting untuk menyatakan kedaulatan negara dan penegakan hukum di perairan internasional. 

Selain itu Hills juga mengapresiasi ketegasan Bakamla RI terhadap kapal survey Tiongkok yang mematikan AIS saat berlayar di perairan Indonesia.

Menurut Hills, hal tersebut menjadi  satu bukti betapa pentingnya pertukaran informasi intelijen antara Bakamla RI dengan instansi maritim negara tetangga dalam upaya pencegahan pelanggaran di laut agar tidak berpotensi terulang kembali.

Baca juga: Bakamla Tangkap dan Serahkan Kapal Tanker Indonesia yang Bawa Solar Ilegal ke Polairud Polda Sumsel

"MBC akan mendorong terus kerjasama dan kami juga berkomitmen untuk membantu Bakamla RI semaksimal mungkin dalam pertukaran informasi terhadap aktivitas ilegal khususnya di perairan perbatasan Indonesia dan Australia," kata Hills. 

Dalam pertemuan ini turut mendampingi jajaran Pejabat Bakamla RI antara lain Direktur Kerja Sama Laksma Bakamla Retiono Kunto, Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito, dan Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita.

Sementara RADM Mark Hills didampingi oleh Deputy Commander MBC Clair Rees, dan Deputy Commander JATF Budhy Tanddo.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved