Breaking News:

Virus Corona

FSGI: 632 Santri Tertular Covid-19 Usai Liburan Semester 

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan 632 santri di sejumlah daerah dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali dari libur semester ganjil.

Freepik
ilustrasi virus corona - Update Virus Corona Global 1 Mei 2020: Total 3,3 Juta Orang Terinfeksi, 1 Juta Orang Telah Sembuh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan munculnya klaster pondok pesantren baru di sejumlah daerah. 

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan sebanyak 632 santri di sejumlah daerah dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali dari libur semester ganjil.

“Pada Januari sampai pertengahan Februari 2021, tercatat 632 santri dari 6 pondok pesantren terkonfirmasi Covid-19 usai balik ke ponpes setelah liburan semester ganjil," ujar Heru melalui keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Tidak Hanya di Jakarta, Pekerja Media di Daerah juga akan Dapat Giliran Vaksin Covid-19

Munculnya klaster baru pondok pesantren itu terjadi di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), Bangka (Bangka Belitung), dan Pekanbaru (Riau). 

Kasus terbanyak terjadi pada pondok pesantren di Kota Tasikmalaya yang mencapai 375 kasus. 

Kemudian di Boyolali 88 santri tertular, sementara di Bangka, santri yang positif Covid mencapai 125 orang dan sebanyak 44 orang di Ponpes Dar el Hikmah, Pekanbaru.

Baca juga: Antisipasi Kejadian Ikutan Pasca Vaksin, Legislator PKS Imbau Segera Bentuk Satgas KIPI 

Heru mengungkapkan saking banyaknya santri yang terkonfirmasi covid-19, Pemerintah kota Tasikmalaya sampai menyediakan beberapa bangunan darurat isolasi di wilayahnya untuk menampung para santri

Langkah ini dilakukan karena ruang isolasi di pesantren tidak mencukupi untuk menampung para santri

"Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terpaksa memilah sesuai kondisi santri positif corona yang dirawat di ruang isolasi darurat dan isolasi mandiri terpusat di lingkungan pesantrennya," kata Heru. 

Baca juga: 650 Guru Se-Jabodetabek Ikuti Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Daerah serta Satgas Covid, menurut Heru, dapat melakukan intervensi ke dalam Ponpes terkait kesiapan infrastruktur fisik.

Maupun kesanggupan penerapan protokol kesehatan Covid-19 melalui pendekatan dan komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat maupun pengelola ponpes.

"FSGI juga mendorong ponpes menerapkan kewajiban tes antigen untuk seluruh santri, pengelola, pengajar maupun petugas masuk dan kebersihan lainnya," pungkas Heru.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved