Breaking News:

Novel Baswedan Berharap Kapolri Baru Melakukan Pembenahan Masalah Korupsi di Internal Polri

Novel Baswedan mengingatkan adanya penambahan tanggung jawab kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Novel Baswedan saat mengikuti diskusi publik dengan LBH Jakarta, Kontras dan ICW secara daring, Kamis (25/2/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengingatkan adanya penambahan tanggung jawab kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu diungkapkan Novel Baswedan, karena dirinya menilai saat ini peran KPK dalam memberantas korupsi akan sangat terbatas karena sudah disahkannya Undang-Undang KPK Nomor 19 tahun 2019.

"Sekarang pelemahan KPK itu sangat nyata, UU baru juga sangat membuat belenggu dan (KPK) sulit bekerja dengan baik sehingga memberantas korupsi saya yakin sulit untuk bisa efektif seperti sebelumnya," kata Novel saat diskusi publik dengan LBH Jakarta, Kontras dan ICW secara daring, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Novel Berharap Kapolri Baru dapat Mengusut Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras

Dengan begitu, lanjut Novel, maka penanganan kasus korupsi di lembaga penegak hukum dalam hal ini Polri akan sangat sulit ditangani oleh KPK ke depan.

Oleh karenanya, Novel mengisyaratkan kepada Kapolri baru Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk dapat mengemban tanggung jawab yang lebih dalam memimpin Polri.

"Kapolri yang baru tentu penting melihat ini sebagai penambahan tanggung jawab dan melakukan juga pembenahan masalah korupsi di internal Polri ini sendiri," jelas Novel.

Lebih jauh kata Novel, jika nantinya Kapolri dapat melakukan hal yang demikian maka upaya perbaikan tersebut akan bisa mendukung pemerintah dalam rangka melakukan pembangunan dalam mengamankan kebijakan.

Serta dapat menghapus segala tindakan yang dilakukan dengan cara curang atau dalam kata lain kata Novel, tidak mengambil jalan pintas untuk menguntungkan pihak tertentu.

"Ditengah keadaan darurat pandemi seperti ini saja masih ada saja korupsi bansos, masih ada aja dugaan dugaan korupsi terkait dengan dana kesehatan, ini kan hal yang sangat mendasar," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved