Breaking News:

Perpres Investasi Miras di Bali-Papua, Pengamat: Bisa Tingkatkan Turis

Pemerintah membuka peluang Investasi tersebut secara terbatas agar kegiatan yang sudah ada dan berbasis budaya/ kearifan lokal menjadi legal

YouTube KompasTV
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (8/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menerangkan aturan soal miras dapat meningkatkan wisatawan asing untuk datang ke Indonesia.

Pemerintah melegalkan masyarakat untuk memproduksi minuman keras (miras), namun dengan berbagai syarat tertentu.

Aturan produksi miras tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Menurut Agus, perpres tersebut sudah sesuai dengan kearifan lokal.

"Itu kan banyak (miras) buatan lokal, melibatkan tenaga kerja yang banyak juga.

Baca juga: Gubernur Sulut Sambut Baik Investasi Minuman Beralkohol

Di Bali, Sababay Winery itu kan' besar, kelas dunia. Kalau ditutup investor tidak mau datang," ujar Agus saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/2).

Wisatawan memiliki karakteristik yang berbeda namun memiliki tujuan yang kebanyakan sama yakni ingin mencari kesenangan.

"Turis mau ke luar negeri itu karena mau istirahat, mau senang-senang," ujarnya.

Kebijakan pemerintah membuka pintu untuk investor baru baik lokal maupun asing untuk minuman beralkohol di 4 provinsi yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua, dinilai sudah tepat.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved