Breaking News:

Mafia Tanah

Bahas Kasus Mafia Tanah, Polda Metro Jaya Gelar Rakor Bersama Kementerian ATR

Polda Metro Jaya melaksanakan rapat koordinasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (3/3/2021).

Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
Polda Metro Jaya resmi tangkap Fredy Kusnadi terkait Kasus Mafia Tanah milik ibunda dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya melaksanakan rapat koordinasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (3/3/2021).

Rapat tersebut secara khusus membahas soal teknis penyidikan dalam kasus-kasus mafia tanah yang sempat ramai di publik usai eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bersuara menjadi korban.

Rakor digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya dan dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran serta jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang membidangi fungsi penyidikan di Subdit Harta dan Benda (Harda), dan dari pihak Kementerian WTR/BPN dihadiri Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah Raden Bagus Agus Widjayanto.

"Tujuannya untuk membangun koordinasi, memperkuat kolaborasi dalam rangka memberantas mafia tanah, kami ingin membela pemilik tanah yang bersangkutan," kata Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Usai rakor dengan Kementerian ATR, Fadil mengatakan satgas mafia tanah akan langsung bekerja berdasarkan target-target yang telah ditentukan.

Baca juga: Komitmen Berantas Mafia Tanah, Kabareskrim Silaturahmi ke Menteri ATR/Kepala BPN

Sementara itu, Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah Kementerian ATR/BPN Raden Bagus Agus Widjayanto menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam memberantas mafia tanah sejak 2018.

Dalam rentang tahun tersebut, ada sebanyak 180 kasus tanah yang dikerjakan.

"Ada yang sudah maju ke pengadilan, sudah P21, ada yang sudah penetapan tersangka, dan tindak lanjut dari apa yang kita laksanakan bersama Polda, hasilnya itu menjadi bahan bagi kita untuk tindak lanjut dalam administrasi pertanahan," pungkas Agus.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved