Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Korban Terakhir Kecelakaan Sriwijaya SJ 182 Diidentifikasi, Razana Dikenali Berkat DNA Anak

Dari pemeriksaan seluruh sampel itu, korban terakhir yang berhasil diidentifikasi oleh tim adalah Razana, seorang perempuan berusia 57 tahun.

Tribunnews/Jeprima
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada objek temuan dari hasil pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2021). Operasi pencarian yang memasuki hari ke-9 berhasil menemukan serpihan potongan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan total 12 kantong dan juga kotak Cockpit Voice Recorder (VCR) yang hingga kini modul memorinya masih dalam proses pencarian agar bisa diteliti lebih jauh terkait penyebab jatuhnya pesawat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Rusdianto mengatakan, operasi identifikasi ditutup setelah pihaknya rampung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sampel yang ditemukan.

"Pada hari ini Selasa 2 Maret 2021 pukul 13.50 WIB operasi SJ 182 secara resmi dinyatakan ditutup," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol Rusdianto kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (2/3/2021).

Baca juga: Terima Kunjungan Menristek dan Tim GeNose UGM, Maruf Apresiasi Inovasi Terus Diciptakan

Total ada 744 sampel yang diperiksa. Sampel itu terdiri dari 174 sampel antemortem dan 570 sampel posmortem.

"Kami lakukan rekonsiliasi selama operasi DVI SJ 182 sejak 9 Januari 2021 sampai saat ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi sebanyak 15 kali dan berhasil mengidentifikasi jenazah sejumlah 59 jenazah terdiri dari 30 laki-laki dan 29 perempuan dengan presentase 95,2 persen," kata Rusdianto.

Dari pemeriksaan seluruh sampel itu, korban terakhir yang berhasil diidentifikasi oleh tim adalah Razana, seorang perempuan berusia 57 tahun.

Baca juga: BMKG Peringatan Dini Cuaca Rabu, 3 Maret 2021: Waspada 25 Wilayah Alami Cuaca Ekstrem

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati menjelaskan, jenazah Razana teridentifikasi dari pencocokan data DNA antemortem anaknya.

"Dengan data pembanding dari anak kandung beliau, atas nama Muhammad Rizki Pratama, alhamdulillah sudah teridentifikasi," ungkap Ratna.

Dengan teridentifikasinya Razana, maka jumlah korban yang teridentifikasi adalah 59 orang dari total penumpang sebanyak 62 orang. Semua korban teridentifikasi itu sudah diserahkan ke keluarga.

“Jumlah seluruh korban diidentifikasi sebanyak 59 korban, 30 laki-laki dan 29 perempuan. Metode yang digunakan 13 dengan sidik jari, 46 dengan DNA. Seluruh jenazah telah diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved