Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Loyalis Benarkan Pernyataan Jhoni Allen soal SBY Kudeta Anas Urbaningrum pada 2013

"Jhoni Allen ikut hadir dalam rapat untuk mengkudeta AU saat itu," ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021).

Dokumentasi/Partai Demokrat
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam video arahan kepada pimpinan dan kader Partai Demokrat yang dirilis pada Rabu (24/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Mantan loyalis Anas Urbaningrum, Sri Mulyono membenarkan pernyataan mantan politisi senior Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun, yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkudeta Anas Urbaningrum (AU) pada 2013 silam.

"Jhoni Allen ikut hadir dalam rapat untuk mengkudeta AU saat itu," ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021).

Dirinya yang saat itu menjadi loyalis Anas mengatakan memang kewenangan Ketum Anas diambil alih oleh SBY.

"Belum puas seperti itu, SBY di Jeddah mendesak KPK untuk segera memperjelas status AU," jelasnya.

Pria yang pernah berseteru dengan SBY lantaran tulisannya berjudul "Kejarlah Daku, Kau Terungkap" ini menambahkan, desakan SBY terhadap KPK saat itu untuk memperjelas status Anas merupakan bentuk intervensi.

"Itu jelas-jelas intervensi dan desakan kepada KPK untuk segera tersangkakan AU. Ini jenis kudeta yang lain lagi, menabok nyilih tangan. Kudeta dengan pinjam tangan KPK lewat oknum tertentu di KPK," lanjutnya.

Dirinya juga tak percaya bahwa saat itu SBY mengemas kudeta tersebut dengan menggunakan bahasa penyelematan organisasi.

"Mau dikemas bahasa penyelamatan organisasi atau terserahlah namanya apa. Tetap saja itu hakikatnya kudeta. Itu SBY mengkudeta AU," ungkap Sri Mulyono.

Baca juga: SBY Tak Pernah Mengkudeta Anas Urbaningrum di Partai Demokrat

Baca juga: Viral Wanita Ini Pamer Mobil Dinas Suami Berplat Merah, Puspen TNI Ungkap Ternyata Platnya Bodong

Dirinya menduga peristiwa yang dilakukan SBY terhadap Anas masih berkaitan dengan Kongres di Bandung, di mana jagoan SBY saat itu kalah telak dengan Anas.

"SBY sangat mungkin dendam dengan peristiwa Kongres partai Demokrat di Bandung. Itu fakta, SBY kalah dan kecewa berat di Kongres Bandung. Yang mahal dan mewah dari Pak SBY adalah sikap legowo dan kejujuran," pungkas Sri.

Halaman
123
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved