Breaking News:

Namanya Berada di Urutan Keempat dalam Survei Capres 2024, Begini Reaksi Budiman Sudjatmiko

Budiman mengatakan bahwa semestinya tak perlu menunggu 2024 bagi pemimpin nasional untuk bergerak lebih giat merekatkan persatuan setiap elemen bangsa

Youtube Najwa Shihab
Budiman Sudjatmiko berikan tanggapan dan sindiran soal hebohnya video menteri yang memparodikan skandal Garuda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Citra Opini Polling Study (COPS) menggelar jajak pendapat masyarakat tentang Dinamika Elektoral Tokoh Politisi Muda serta Partai Politik tanggal 12-20 Februari 2021 lalu.

Hasilnya, nama-nama politisi PDIP merajai posisi teratas, termasuk Budiman Sudjatmiko yang berada pada urutan keempat.

Budiman sendiri hanya tertawa saat dimintai tanggapan perihal hasil survei elektoral yang menggadang namanya menjadi salah satu calon pemimpin 2024 pilihan rakyat tersebut.

Menurutnya, fokus pemikirannya saat ini tidak sedang berada pada ranah politik praktis.

“Saya sedang fokus pada 3 hal saja, yaitu menjalankan tugas sebagai komisaris di PTPN V."

Baca juga: Budiman Sudjatmiko Diangkat jadi Komisaris PTPN V, Ini Harta Kekayaannya, Pernah Hanya Rp 22 Juta

Baca juga: Profil Budiman Sudjatmiko, Politikus PDIP yang Dipilih Erick Thohir jadi Komisaris PTPN V

"Membangun kerja-kerja pemberdayaan sosial ekononi rakyat yang terkena pandemi lewat koperasi-koperasi di berbagai sektor ekonomi masyarakat dan berkonsentrasi mengembangkan ekosistem inovasi teknologi global dengan membangun kawasan industri teknologi 4.0.,” ujar Budiman dalam keteranganya,  Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut ketika ditanya tentang harapannya atas kepimpinan nasional 2024 nanti, Budiman mengatakan bahwa semestinya tak perlu menunggu 2024 bagi pemimpin nasional untuk bergerak lebih giat merekatkan persatuan setiap elemen bangsa.

“Presiden Jokowi maupun penerusnya kelak harus terus menyatukan bangsa Indonesia untuk sama-sama melakukan hal-hal produktif bagi perdamaian sosial, keadilan sosial dan kemajuan sosial. Indonesia harus damai, rukun dan bersatu menghadapi era new normal, di mana banyak tantangan-tantangan baru yg belum kita kenali bentuknya,” ia menjelaskan.

Selanjutnya ia mengatakan, Indonesia harus semakin adil dan setara agar tiap-tiap orang Indonesia merasa menjadi bagian dari sebuah kekuarga besar yang sama-sama bermartabat.

“Tak boleh ada yg merasa ditinggal. Indonesia juga harus mencapai kemajuan sosial atau social progress supaya kita sebagai negara bangsa keseluruhan tak cuma jadi penonton dari kemajuan-kemajuan peradaban dunia yang hari ini berporos pada ekonomi berbasis pengetahuan atau knowlege-based economy."

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved