Minggu, 31 Mei 2026

Virus Corona

Terima Kunjungan Menristek dan Tim GeNose UGM, Ma'ruf Apresiasi Inovasi Terus Diciptakan

Wapres Ma'ruf Amin apresiasi Tim GeNose UGM yang terus melakukan inovasi dan mencari solusi dari permasalahan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
BPMI Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima kunjungan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) merangkap sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Bambang Brodjonegoro dan Tim Peneliti Genose Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di rumah dinasnya, Selasa (2/3/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima kunjungan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) merangkap sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Bambang Brodjonegoro dan Tim Peneliti GeNose Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di rumah dinasnya.

Dalam kunjungan itu, Ma'ruf diberikan kesempatan mendengar penjelasan soal GeNose, alat deteksi virus corona yang tentu menjadi angin segar dalam inovasi pengembangan alat deteksi.

“Karena memang pada saat seperti pandemi ini kan semua memerlukan alat-alat kesehatan yang bisa menunjang, termasuk untuk mendeteksi ditemukannya Genose oleh UGM ini, ini suatu prestasi dari pada sebuah inovasi yang kita sudah lakukan,” kata Ma’ruf, Selasa (02/03/2021).

Baca juga: KAI Akan Perluas Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 di 44 Stasiun

Wapres memberikan apresiasi kepada Tim GeNose UGM Yogyakarta yang terus melakukan inovasi dan mencari solusi dari permasalahan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada BRIN dan Kemenristek karena kita kan memang selama ini dianggap riset kita masih terlalu tertinggal dibanding dengan negara tetangga kita,” ucap Wapres.

Penelitian tersebut diharapkan Wapres di bidang selain kesehatan dapat terus dikembangkan dalam rangka sebagai upaya bersaing dengan negara-negara lain.

“kita harus memacu diri karena inovasi yang menentukan kita di dalam persaingan global,” harap Wapres.

Baca juga: Pelni Akan Gunakan Genose C-19 untuk Skrining Covid-19 kepada 100 Penumpang KM Nggapulu

Sementara itu, Menristek merangkap sebagai Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa selain menggunakan teknologi kesehatan, penelitian dari Genose juga merupakan kombinasi dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diharapkan dapat menjadi tren teknologi masa depan.

“Alat ini intinya menggunakan teknologi terkini yaitu kecerdasan artificial yang dipakai untuk mendeteksi apakah positif atau negatif. Jadi menggabungkan kesehatan dengan artificial intelligence. Metode kecerdasan artifisial dengan melakukan analisa terhadap hembusan napas kita.” ujar Bambang.

Bambang juga menyampaikan bahwa Genose merupakan bukti nyata bahwa di balik pandemi masih ada semangat dari para peneliti untuk dapat mengembangkan produk risetnya.

“Selama masa Covid-19 ada berkah yang tidak disangka, yaitu semangat untuk melakukan riset dan inovasi tumbuh luar biasa. Ternyata kualitasnya luar biasa dan dapat dipertanggungjawabkan karena melalui semua proses standarisasi perizinan yang diharuskan,” ucap Bambang.

Calon penumpang kereta api menjalani layanan deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 (Gajah Mada Electric Nose Covid-19) di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menerapkan tes GeNose C19 bagi calon penumpang di Stasiun Bandung dengan tarif Rp 20.000, sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi terjadi kerumunan kepadatan pelayanan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Calon penumpang kereta api menjalani layanan deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 (Gajah Mada Electric Nose Covid-19) di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menerapkan tes GeNose C19 bagi calon penumpang di Stasiun Bandung dengan tarif Rp 20.000, sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi terjadi kerumunan kepadatan pelayanan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Sebagai informasi,Genose merupakan alat yang dikembangkan oleh Tim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang metode samplingnya menggunakan hembusan napas.

Hembusan napas pada manusia diklaim memiliki senyawa yang dapat membedakan seseorang yang terpapar virus Covid-19 atau yang tidak terpapar.

Hasil tes menggunakan Genose dapat diketahui dalam waktu kurang dari satu menit.

Turut hadir pula Sekretaris Kemeristek/BRIN Mego Pinandito, Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid-19/Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Plt. Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Ismunandar, dan Tim Penemu Genose UGM Eko Fajar Nur Prasetyo, Safitri, dan Irma Setyawati Lubis.

Turut hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved