Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Tuntut 4 Tahun Bui, Jaksa Pinggirkan Kejahatan Djoko Tjandra Suap Perwira Tinggi Polri

Tuntutan itu juga dinilai mengesampingkan peran utama Djoko Tjandra sebagai pihak pemberi suap terhadap pejabat negara untuk pengurusan fatwa Mahkamah

Tangkap Layar Youtube Kompas TV
Kurnia Ramadhana, Peneliti ICW 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritisi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya meminta Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dihukum pidana 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut Peniliti ICW Kurnia Ramadhana, tuntutan tersebut masih belum maksimal.

Tuntutan itu juga dinilai mengesampingkan peran utama Djoko Tjandra sebagai pihak pemberi suap terhadap pejabat negara untuk pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

"Masih belum maksimal dan cenderung menafikan peran sentral terdakwa dalam kejahatan yang ia lakukan," jelas Kurnia kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Berkaca dari uraian JPU, Kurnia mengatakan Djoko Tjandra seharusnya dituntut maksimal 5 tahun bui dan denda Rp250 juta. JPU harusnya bisa menjadikan kejahatan Djoko Tjandra yang menyuap institusi penegak hukum dan perwira tinggi polri sebagai latar belakang pemberat tuntutan.

Terlebih, Djoko Tjandra juga sudah menjadi terpidana. Sehingga sepatutnya JPU menghukum dengan tuntutan maksimal. 

"Tindakan Joko Tjandra yang telah mencoreng institusi penegak hukum dengan menyuap oknum Jaksa dan perwira tinggi Polri. Namun sepertinya hal itu luput dijadikan dasar pemberat tuntutan," tegas dia.

Sebagai informasi, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara dan dendan Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Djoko Tjandra terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa suap kepada pejabat penyelenggara negara.

Adapun hal - hal yang dianggap memberatkan tuntutan, yakni Djoko Tjandra dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Selain membacakan tuntutan, JPU juga menolak permohonan Djoko Tjandra untuk menjadi justice collaborator atas surat yang diajukan tertanggal 4 Februari 2021.

Baca juga: Djoko Tjandra Dituntut 4 Tahun, ICW: Belum Maksimal

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved