Breaking News:

KRI Sultan Iskandar Muda-367 ke Lebanon Latih AL Lebanon dan Cegah Senjata Ilegal Masuk Lebanon

Sebanyak 119 prajurit TNI berangkat menuju Lebanon dengan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) dan satu unit Helikopter AS 565 Mbe Panther.

Ist
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan Satgas Maritim Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-M UNIFIL melaksanakan Misi Perdamaian Dunia ke Lebanon. 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melepas keberangkatan Satgas Maritim Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-M UNIFIL melaksanakan Misi Perdamaian Dunia ke Lebanon.

Sebanyak 119 prajurit TNI berangkat menuju Lebanon dengan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) dan satu unit Helikopter AS 565 Mbe Panther.

Ini kali ketiga KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) dan Helikopter AS 565 Mbe Panther diberangkatkan ke Lebanon.

Keberangkatan KRI yang dikomandani Letkol Laut (P) Abdul Haris itu ditandai dengan pelepasan tali tros kapal oleh Panglima TNI,  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas yang akan dilaksanakan para prajurit adalah sebuah tugas yang mulia. Keberangkatan Satgas MTF ke Lebanon menjadi bukti kesiapan operasional TNI Angkatan Laut yang tinggi. Persiapan dan pelatihan panjang yang telah dilalui adalah bekal berharga dalam penugasan.

“Karena itu jaga dan tingkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang telah kalian miliki dengan sebaik-baiknya,” tegas Panglima TNI saat melepas para prajurit TNI yang akan berangkat ke Lebanon itu di Dermaga Batu Ampar Batam, Jumat (5/3/2021).

Menurut Panglima TNI, sebagaimana peran kapal perang di seluruh dunia, KRI SIM-367 juga mengemban misi diplomatik saat singgah selama melaksanakan lintas laut berperan sebagai duta TNI dan duta bangsa untuk memperkokoh hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Baca juga: Pengadilan Lebanon Copot Hakim yang Pimpin Investigasi Ledakan Beirut

Sementara itu, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, kapal perang TNI AL secara rutin latihan bersama-sama angkatan laut negara lain, sekaligus sebagai duta bangsa dalam peran diplomasi TNI khususnya TNI AL membangun kebersamaan dengan Angkatan Laut negara lain.

Selama di Lebanon kehadiran kapal perang TNI AL sesuai tugas pokoknya mencegah senjata-senjata ilegal yang masuk ke perairan Lebanon dan melatih angkatan laut Lebanon.

“Kapal-kapal  kita melatih Angkatan laut Lebanon, ke depan diharapkan mereka akan mandiri, bisa melaksanakan tugasnya untuk menjaga kedaulatannya dan mencegah masuknya senjata-senjata ilegal”  tegas KSAL.

Selama penugasan, kapal yang merupakan jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II ini akan memberikan kontribusi kepada Maritime Task Force/UNIFIL mulai dari pelaksanaan patroli rutin, latihan bersama baik dengan Lebanese Armed Forces (LAF) – Navy maupun unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya di Area of Maritime Operation (AMO). Salah satu keunggulan dari KRI SIM-367 adalah dapat melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan mengoperasionalkan Helikopter AS 565 Mbe Panther.

KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) akan mengemban misi perdamaian dunia  dalam Satgas MTF selama satu tahun ke depan menggantikan KRI Sultan Hasanudin-366 yang telah bergabung bersama unsur-unsur MTF dari negara-negara seluruh dunia lainnya atau Troops Contributing Countries (TCC) di Lebanon selama lebih kurang satu tahun.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved